Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Petani Temanggung Jadi Tersangka Kebakaran Gunung Sindoro

MuriaNewsCom, Temanggung – Polres Temanggung menangkap dan menahan seorang petani yang diduga kuat sebagai penyebab kebakaran di Gunung Sindoro. Pelaku diketahui bernama Teguh (43) warga Dusun Sibajak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.

Ia diduga kuat sebagai penyebab kebakaran gunung saat membuka lahan dengan cara dibakar. Polisi mengamankan barang bukti berupa sejumlah alat-alat yang digunakan untuk perambahan hutan, seperti mata kapak, cangkul, parang, tali, dan lainnya.

Kini statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 82 ayat 1 dan2, pasal 83 ayat 1, UU nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakkan Hutan. Serta pasal 78 ayat 2, 3 dan 4 UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, menangkap Teguh (43) atas dugaan kasus pembakaran hutan di Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah. Pria asal Dusun Sibajag, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung ini ditangkap bersama sejumlah barang bukti, di antaranya kayu, mata kapak, cangkul, parang, tali, dan lainnya.

Wakapolres Temanggung Kompol Sugiatmo dalam keterangan persnya mengatakan, aksi pembakaran lahan dilakukan pada petak 7B Resor Pemangku Hutan (RPH) Kwadungan BPKH Temanggung KPH Kedu Utara masuk Desa Canggal.

Setahun sebelumnya, tersangka membuka lahan tersebut dengan cara menembang pohon acasia sejak satu tahun lalu. Potongan kayu yang ditebang dibiarkan di lahan agar mongering. Pada akhir Agustus 2018, tersangka dan istrinya mengangkut kayu-kayu itu untuk digunakan sebagai kayu bakar.

“Sisanya ranting-ranting dan semak-semak dibakar dengan korek api. Tujuannya agar lahan cepat bersih,” katanya.

Api dari pembakaran itu diduga menjadi penyebab kebakaran di Gunung Sindoro. Meskipun tersangka mengaku saat meninggalkan lahan, api sudah padam. “Luasan yang terbakar di petak 7B 10,5 hektare dengan kerugian Rp1,5 juta,” ujarnya.

Ia mengatakan di petak 7B tampak lokasi yang terbakar pada bagian tengah. Di sekitarnya juga terdapat indikasi aktivitas pembukaan lahan berupa pohon-pohon yang ditebang belum mengalami kebakaran.

Sumber api dari tiga titik, yakni sebelah timur, sebelah tengah dan sebelah utara yang semuanya dekat dengan sungai kecil. Penyebabnya adalah tersulutnya barang-barang yang mudah terbakar seperti kayu ranting dan daun kering.

Tersangka Teguh mengaku bersama istrinya berencana membuka lahan baru di lereng Gunung Sindoro. Lahan itu rencananya akan ditanami terung Belanda dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Ia juga mengaku tak menyangka jika tindakannya itu menjadi penyebab kebakaran di Gunung Sindoro. Menurutnya, ia sengaja membakar semak-semak dan ranting agar lahan cepat bersih.

“Saya tidak bermaksud membakar hutan, hanya ingin membuka lahan, tidak tahunya hutan juga terbakar. Saya mengaku bersalah, kebakaran hutan itu juga terjadi beberapa hari setelah saya membakar lahan, mungkin merembet,” akunya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...