Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

ADO Jateng Sayangkan Sikap DPRD Pati Tolak Angkutan Online

0 421

MuriaNewsCom, Pati – Asosiasi Driver Online (ADO) Jawa Tengah menyayangkan sikap DPRD Pati yang secara langsung menolak kehadiran angkutan online di Pati. Apalagi, banyak aspirasi masyarakat pati yang juga menyetujui adanya angkutan online tersebut.

Sekretaris ADO DPD Jateng Astrid Jovanka mengatakan, sebagai badan legislative, seharusnya mereka lebih mengetahui tentang kemajuan teknologi di semua sektor. Adanya angkutan online maupun ojek online yang semuanya berbasis aplikasi, merupakan bentuk kemajuan teknologi yang juga perlu diperhatikan.

“Mau kita ini hidup di tahun di mana peningkatan teknologi dan jaman milenia harus kita terima, Kecuali kita kembali ke tahun batu, di mana tidak adanya kemajuan teknologi sama sekali.  Gesekan dari konvensional dan online pasti akan terus terjadi justru itu adalah tugas dari instansi setempat untuk menjelaskan ke masyarakat Pati khususnya, bukannya malah menutup online,” tegas Astrid.

Dia menilai, masih ada yang salah mengerti terkait aplikatir dan pengemudi di Kabupaten Pati. Aplikator adalah Grab dan PT Gojek Indonesia, sedangkan pihaknya mengaku sebagai mitra kerja mereka yang menggunakan aplikasi untuk cari penumpang.

“Kalau yang diminta adalah izin aplikator tersebut, mintalah ke aplikator salah satu yang saya sebut di atas. Tapi normalnya dan logikanya kalau aplikator tersebut bisa beroperasional di kota kota besar lainnya, berarti aplikator tersebut tidak illegal,” tegasnya.

Lebih lanjut, kalau aplikasi itu dianggap illegal, tentunya kedua aplikasi itu tidak akan diterima di Indonesia dan  sudah beroperasi hingga sekarang. Sebab, negara ini punya aturan yang mengatur aplikator apa saja yang boleh beroperasional di Indonesia.

“DPRD Pati melakukan itu berdasarkan suara masyarakat Pati atau hanya suara organda dan angkutan lokal lainnya? Kalo mau adil beranikah mereka mengadakan poling untuk masyarakat Pati, apakah masyarakat lebih memilih online atau konvensinal?” tutupnya.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.