Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pelajar Pati Diajak Waspadai Hoaks

MuriaNewsCom, Pati – Maraknya berita bohong atau hoaks di berbagai media sosial (medsos), harus menjadi perhatian penting bagai para pelajar dan masyarakat secara umum. Sebab, hoaks saat ini sudah diproduksi secara massif, entah untuk menebarkan benih-benih kebencian atau ataupun untuk memecah belah kebaradaan bangsa.

Maka dari itu, dalam bermedsos maupun berkumpul dengan masyarakat, setidaknya harus mempelajari tiga komponen penting, yakni belajar kebenaran, kebaikan dan keindahan.  Tiga hal itu adalah komponen penting untuk menjaga kehidupan yang harmoni.

“bermedsoslah dengan memberitakan hal-hal yang benar,  sebarkanlah berita-berita baik dan tulislah hal-hal yang indah di messos. Itu adalah salah satu cara untuk menangkal banyaknya berita hoaks,” ungkap Gus Aniq dalam acara serasehan Waspada Hoax, Seng Waras Ojo Ngalah di Masjid Mathaliul Huda,Parucen, Sabtu (8/9/2018).

Sementara itu, KH. Umar Fayumi yang juga sebagai pembicara mengatakan, produksi hoaks itu sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Hanya, isu itu kemudian menggema kembali di zaman saat ini dan kemudian menjadi virus untuk menyebarkan benih-benih kebencian.

“Yang penting untuk dilakukan saat ini adalah mengetahui apa yang diperbolehkan dan mengetahui apa yang tidak diperbolehkan. Apapun itu yang tidak diperbolehkan, seperti menyebarkan berita bohong atau membuat kebohongan, jangan sampai di lakukan, karena itu adalah hoaks,” terangnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan, ada du hal terkait dengan hoaks, yakni hoaks yang dilakukan untuk membangun kebaikan, kebenaran dan keindahan. Ada pula hoaks yang dilakukan untuk memecah belah umat, membuat berita-berita yang tidak sebenarnya dan merusak tatanan kebangsaan.

“Hoaks yang terakhir itu, adalah yang tidak diperbolehkan. Ingat, yang paling berbahaya adalah dampak dari pada hoaks itu,” imbuhnya.

Sementara itu, M. Noor Efendi Pegiat Forum Komunikasi dan Diskusi Wartawan (FKDW) memetakan agar masyarakat maupun pelajar tidak terjebak dengan berita-berita hoaks. Dia mengatakan, ada tiga hal yang umum dilakukan dalam penulisan berita, yakni obyektif, faktual dan aktual.

“Sementara berita-berita hoaks, umumnya tidak menggunakan kaidah itu. Malah, ada juga kebohongan yang dilakukan secara sengaja, lalu di sebarkan di media-media sosial yang bisa menyesatkan banyak orang. Setidaknya, telaah terlebih dahulu apabila membaca berita,” tutupnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...