Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Puncak Kemarau, Warga Jambangan Grobogan Temukan Sumber Air di Kawasan Hutan Gundih

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesulitan mendapatkan air yang menimpa sebagian warga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer tampaknya akan mulai berkurang. Hal ini menyusul ditemukannya sumber air baru di kawasan hutan jati milik Perhutani KPH Gundih, Sabtu (8/9/2018).

Penemuan di bawah areal bebatuan di sekitar tanaman jati itu terjadi saat warga memang sengaja mencari sumber air. Pencarian sumber air dilakukan lantaran warga sudah cukup menderita saat musim kemarau melanda.

Terkait kondisi itulah, salah seorang pemuda setempat bernama Hadiyanto memiliki ide untuk mencoba mencari sumber air di kawasan hutan. Kebetulan, Desa Jambangan memang lokasinya berada di pinggir kawasan hutan BKPH Kuncen.

Ide mencari sumber air itu kemudian dilontarkan pada pihak Perhutani dan akhirnya mendapat respon positif. Setelah itu, Hadiyanto bersama belasan warga dan petugas perhutani mulai melakukan upaya pencarian sejak pagi. Dalam proses pencarian sumber air ini mereka melibatkan seorang pawang air bernama Joyo dari Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh.

Setelah berada di kawasan hutan, belasan orang itu mencoba melakukan penggalian di bawah areal bebatuan di sekitar lahan jati. Pada penggalian dengan kedalaman sekitar 3 meter akhirnya muncul sumber air.

Awalnya, debit airnya hanya kecil saja. Tetapi, setelah digali lebih lanjut, debit airnya tambah besar.

“Lokasi penemuan sumber air baru ini berada pada petak 72 RPH Genengsari, BKPH Kuncen, KPH Gundih. Saat ini, proses penggalian sumber air masih dilakukan,” ungkap asisten Perhutani KPH Gundih BKPH Kuncen Karya.

Menurut Karya, pada petak tersebut memang sudah di tetapkan sebagai Kawasan Perlindungan Setempat (KPS ) yang salah satunya adalah perlindungan sumber air. Namun pihaknya mempersilahkan jika sumber air nantinya akan dimanfaatkanoleh masyarakat.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Gundih Sudaryana mengatakan, meski lahan itu banyak bebatuan namun kemungkinan adanya sumber air memang cukup besar. Alasannya, disekitar kawasan masih banyak terdapat pohon-pohon berukuran besar.

“Adanya pohon inilah yang jadi pelindung sumber air di bawah tanah. Untuk itu, kami berharap pada warga agar ikut melestarikan kawasan hutan karena manfaatnya sangat besar,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...