Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tolak Keberadaan Kandang Ayam, Warga Penganten Grobogan Blokir Jalan

MuriaNewsCom, Grobogan – Aksi pemblokiran jalan menuju lokasi kandang ayam dilakukan warga Dusun Keyongan, Desa Panganten, Kecamatan Klambu, Jumat (7/9/2018). Pemblokiran jalan dilakukan dengan memasang palang bambu pada beberapa titik di sepanjang jalan menuju kandang ayam.

Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga yang tidak pernah dimintai izin pendirian kandang ayam. Sebelumnya, warga sudah seringkali melakukan keberatan dengan keberadaan kandang ayam karena menimbulkan gangguan lingkungan, khususnya adanya bau tidak sedap.

“Kandang itu sudah berdiri setahun lebih. Warga tidak disertakan dalam proses pendirian kandang itu,” ujar Taufik, warga setempat.

Mayoritas warga menolak keberadaan kandang ayam milik Suwito karena jaraknya sangat dekat dengan perkampungan. Yakni, hanya sekitar 50 meter dengan rumah penduduk terdekat.

Penolakan terhadap kandang ayam sudah pernah disampaikan warga ke pemerintah desa. Antara warga dan pemilik kandang sudah dipertemukan di Balai Desa Penganten tanggal 28 Juni 2018 lalu.

Dalam pertemuan itu disepakati kalau kandang akan ditutup setelah ternak ayam dipanen. Namun setelah panen, kandang masih masih saja beroperasi sehingga warga memutuskan untuk memblokir akses jalan.

Menurut Taufik, pemblokiran jalan itu tidak melanggar apapun. Soalnya, jalan tersebut merupakan jalan pertolongan yang tidak tertera dalam peta pertanahan.

“Dulunya, warga merelakan sebagian tanahnya untuk dijadikan jalan. Namun, para pemilik lahan akhirnya tidak rela karena jalan yang mereka buat justru digunakan untuk aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut ayam,” tambah Tufik.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto saat dimintai tanggapannya mengatakan pihaknya tidak punya kewenangan dalam mengambil tindakan terkait keberadaan kandang ayam tersebut. Meski demikian, jika ada keberatan warga, pihaknya nanti akan dilakukan mediasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...