Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ternyata Ini Penyebab Pelaku Nekat Teror RSI Sultan Agung

MuriaNewsCom, Semarang – Suryana, warga Jawa Barat dibekuk tim gabungan Densus 88, Resmob Polrestabes Semarang dan Polres Klaten setelah menebar teror ancaman bom di RSI Sultan Agung Semarang. Motif yang melatarbelakangi aksi pelaku ternyata masalah sakit hati.

Pelaku jengkel karena saat berobat di rumah sakit itu tidak dilayani dengan baik. Ini merupakan pengakuan pelaku saat dimintai keterangan polisi.

Kaur Bin Ops Ditreskrimum Polda Jateng, AKBPMakmur, Kamis (6/9/2018) mengatakan, pelaku mengirim ancaman ke nomor hotline customer service RSI Sultan Agung. Ada 10 SMS ancaman yang dikirimkan mulai pukul 13.30 WIB hingga 15.15 WIB.

“Pada Selasa, 4 September 2018 sekitar jam 13.00 WIB tersangka mengirimkan SMS ke nomor layanan hotline RSI Sultan Agung Semarang dengan mengancam ada bom dan segera meledak,” ujar Makmur.

Dalam pesan singkatnya, pelaku mengatakan bom berada di masjid RS Sultan Agung. Petugas rumah sakit dan seluruh pengunjung pun panik.

Berdasar pengakuan pelaku, awal mula ia nekat menebar ancaman teror itu lantaran sehari sebelumnya Senin (3/9/2018) pelaku tak dilayani dengan baik saat berobat di RSI Sultan Agung.

”Besoknya tersangka mengirim SMS ancaman bom. Pelaku melakukan perbuatannya karena berobat tidak di layani jadi sakit hati,” ujarnya.

Usai mengirimkan SMS ancaman, pelaku pergi ke Klaten untuk bersembunyi. Namun dari hasil pelacakan yang dilakukan tim gabungan Densus 88 dan Polrestabes Semarang, diketahui posisi pelaku.

Tim gabungan kemudian berkoordinasi dengan Polres Klaten untuk ikut membantu melakukan penangkapan dan pengamanan. Kini pelaku telah diamankan di Mapolrestabes Semarang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca : Pelaku Teror Bom RSI Sultan Agung Semarang Dibekuk di Klaten

Sebelumnya, ancaman bom diterima RSI Sultan Agung Semarang pada Selasa (4/9/2018). Ancaman itu kemudian dilaporkan ke Polsek Genuk, dan diteruskan ke Polrestabes Semarang dan Gegana Brimob Polda Jateng.

Tim Gegana dengan perlataan penjinak bom, menyisir area masjid yang ditengarai jadi lokasi bom. Dalam melakukan pendeteksian di area rumah sakit dan target ancaman di dalam masjid, seluruh karyawan serta pengunjung rumah sakit yang berada di dalam masjid tidak diperbolehkan untuk mendekati area tersebut.

Selain memasang garis polisi, petugas juga menjaga agar petugas dapat melakukan pendeteksian di dalam masjid.

Setelah satu jam melakukan pendeteksian, tidak ditemukan adanya bom maupun bahan berbahaya di kompleks rumah sakit tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...