Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dirombak Total, Stadion Manahan Bakal Mirip Stadion GBK

MuriaNewsCom, Solo – Stadion Manahan Solo mulai dilakukan renovasi besar-besaran. Anggaran ratusan juta rupiah dikucurkan untuk merombak stadion itu dengan konsep dan desain mirip dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Pelaksanaan Penataan Bangunan Strategis 2 Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Kusworo Darpito mengatakan, Kementrian PUPR mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar lebih untuk renovasi Stadion Manahan.

“PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai pemenang lelang. Akhir September ini mudah-mudahan pembongkaran selesai sehingga bisa dimulai pembangunannya,” katanya.

Menurut Kusworo, renovasi stadion dilakukan dengan menyesuaikan standar The Federation Internationale de Football Association (FIFA). Meski demikian menurut dia, renovasi tidak mengubah struktur bangunan utama, dan dilakukan secara menyeluruh mulai dari bangunan utama sampai ke fasilitas pendukung.

Dia menyebut renovasi bangunan utama stadion mirip dengan GBK di Jakarta. Hanya saja kapasitasnya lebih kecil, sekitar 20.000 penonton. Kapasitas ini, bahkan lebih sedikit dari yang saat ini.

“Karena sesuai standar FIFA, bangku penonton tidak boleh lagi bangku panjang tetapi harus single seat, bernomor dan permanen. Mengikuti ketentuan FIFA, Stadion Manahan termasuk klasifikasi stadion kelas dua,” ujarnya.

Kusworo mengatakan selain bangku penonton, fasilitas utama stadion yang bakal dirombak adalah pemasangan atap di seluruh tribun stadion. Saat ini hanya tribun di sisi barat yang terlindungi dengan atap.

“Nantinya tidak hanya penonton VIP saja yang dipayungi atap, penonton di tribun selatan, timur dan utara pun akan merasakan fasilitas yang sama,” terangnya.

Selain itu, penerangan stadion juga bakal diganti menyesuaikan standar FIFA. Menurut Kusworo, FIFA mensyaratkan penerangan stadion minimal 1.500 lux, atau 2000 lux dan 3500 lux.

Rumput (field of play) yang digunakan untuk pertandingan juga akan dilakukan penggantian. Rumput lapangan Stadion Manahan sebenarnya pernah diganti. Namun jenisnya masih Dactylon Cynodon yang nantinya menurut Kusworo akan menggunakan rumput Zoysia Matrella (Linn) Merr atau yang biasa dikenal dengan istilah Rumput Manila.

“Jenis rumputnya sama dengan GBK. Tentu saja selain mengganti rumput, juga dilakukan perbaikan drainase lapangan,” tambah dia.

Sementara renovasi penunjang Kusworo menyebut perbaikan meliputi ruang ganti pemain, ruang media, ruang untuk konfrensi pers hingga MCK. Dia memastikan semuanya bakal dibangun sesuai standar internasional. “Tentu saja dengan menyediakan akses bagi penyandang disabilitas,” tambahnya.

Sementara Wali Kota Solo, FX Hadi rudyatmo menginginkan Kawasan Manahan dijadikan kompleks olahraga bertaraf internasional. Pihaknya akan membangun sejumlah venue olahraga baru di Manahan setelah renovasi stadion selesai dilakukan.

“Kami akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar dibuatkan master plan kompleks Manahan agar dapat menjadi pusat kegiatan olahraga bertaraf internasional,” terangnya.

Menurut dia, pembangunan kompleks lah raga bertaraf internasional di Solo sudah sangat mendesak. Pasalnya posisi kota ini yang sering ditunjuk sebagai tuan rumah berbagai kegiatan olah raga, baik yang berskala nasional maupun internasional. Salah satu yang akan dibuat adalah venue sirkuit sepeda BMX.

“Mudah-mudahan setelah jadi nanti Manahan bisa menjadi fasilitas olah raga internasional, yang tidak hanya dinikmati masyarakat Kota Surakarta saja namun masyarakat Indonesia bahkan internasional pun bisa,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...