Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Petani Pati Harus Bisa Gunakan Biokompos, Ini Alasannya

MuriaNewsCom, Pati – Penggunaan pupuk baik organik maupun kimiawi adalah salah satu komponen yang berperan penting dalam budidaya tanaman padi. Di sisi lain, pemberian pupuk juga berpotensi dalam menyumbangkan gas rumah kaca, dimana gas rumah kaca adalah penyebab bumi makin panas.

Pengelolaan pupuk yang tepat akan dapat meningkatkan hasil dan dapat menurunkan kadar gas rumah kaca. Pemberian pupuk organik yang telah matang ke dalam tanah sawah cenderung menghasilkan gas rumah kaca lebih rendah.

Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Pati Asep Nugraha Adiwinata mengatakan, penggunaan biokompos adalah cara yang tepat untuk mengurangi gas rumah kaca. Biokompos sendiri adalah pupuk organik yang mengkombinasikan pupuk kandang dan arang sekam.

“Bahan baku pupuk kandang adalah kotoran ternak sapi yang dipelihara, sedangkan arang atau biochar dibuat dari limbah pertanian lokal seperti limbah kayu, sekam padi, tempurung kelapa, tongkol jagung dan yang lainnya,” ungkap Nugraha, Selasa (28/8/2018)

Lebih lanjut, hasil temuan peneliti menunjukkan bahwa arang dapat mengurangi laju produksi N2O melalui perbaikan sifat fisika tanah, sifat kimia tanah dan sifat bio tanah.

“Untuk sifat fisika tanah meliputi defuse, agregasi dan  pegang air. Sifat kimia tanah berupa derajat kemasaman, hara nitrogen tersedia dari mineral dan organic dan karbon organik terlarut. Sedangkan sifat biologi tanah adalah jumlah mikroorganisme dan  aktivitas makro faun,” imbuhnya.

Hasil penelitian di Balingtan pada skala lapang menunjukkan bahwa aplikasi biokompos dengan takaran 3 ton/ha di setiap musim tanam dapat meningkatkan hasil gabah padi sawah tadah hujan. selain itu juga dapat menurunkan produksi gas rumah kaca.

“Karena itu, penggunaan biokompos ini dapat diadopsi oleh para petani, sehingga hasil panennya bisa melimpah. Selain itu, petani tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli pupuk kimia, sebab pupuk kandang juga bisa dimanfatkan untuk meningkatkan produksi gabah,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...