Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tembok Penampung Limbah PT Pura Barutama Ambrol, Ini Kata Sekda Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Kudus melakukan peninjauan Unit Pengelolaan Limbah (UPL) milik PT Pura Barutama di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Selasa (28/8/2018). Hal itu menindaklanjuti robohnya salah satu tembok UPL yang mengakibatkan limbah tumpah keluar memenuhi lahan sawah milik petani sekitar.

Sekda Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan ambrolnya tembok UPL tersebut merupakan kecelakaan yang lumrah. Hal itu tidak membahayakan sehingga warga tidak perlu panik. Ia meminta kepada pihak PT Pura Barutama untuk segera melakukan penanganan paska kejadian.

”Kami minta pihak perusahaan untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak berkewenang termasuk di antaranya Dinas PKPLH Kudus,” ujarnya.

Menurut Sam’ani jumlah UPL seharusnya perlu untuk dilakukan penambahan. Sebab limbah produksi PT Pura Barutama dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

“Saran kami, agar tembok penampungan lebih kuat, konstruksi tembok bangunan harus memiliki ketebalan minimal 50 cm,” ungkapnya.

Tekait, tumpah limbah yang meluber ke sawah, pihaknya meminta supaya tanah yang terkena dikepras. Sebab kandungan limbah yang tumpah ke sawah masih perlu dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu.

“Dengan begitu dampak tumpahan limbah di sawah milik warga tersebut bisa diketahui apakah sudah benar- benar aman untuk dimanfaatkan,” jelasnya

Sementara itu, Manager General Affair PT Pura Barutama, Iwan Wijaya mengatakan, pasca terjadi ambrolnya tembok tersebut pihaknya langsung melakukan penanganan. Ia berkomitmen melakukan pembenahan UPL. Sehingga dikatakan dia, kedepannya tidak merugikan pihak lain.

Ambrolnya tembok sepanjang 25 meter dan tinggi 1 meter disebutkan dia, terjadi pada Senin (27/8/2018) sekitar pukul 03.00 WIB kemarin. Saat ini, tengah dilakukan pembenahan. Selain itu juga penanganan limbahnya  mendapatkan supervisi atau kontrol dari dinas terkait.

“Kami bekerjasama dengan Dinas PKPLH dalam penanganan limbah paska ambrolnya tembok UPL,” katanya.

Akibat ambrolnya tembok kolam pengolahan limbah itu disebutkan dia, telah menimbulkan kerugian cukup besar bagi PT Pura Barutama. Tak hanya kerugian material akibat ambrolnya tembok, juga kerugian yang berdampak pada pengurangan kapasitas pengelolaan produksi kertas.

“Produksi terpaksa dikurangi agar air limbah yang masuk UPL dapat dibatasi sehingga tidak memenuhi kolam penampungan yang kini sedang bermasalah. Pengurangan kapasitas pengelolaan produksi hingga sekitar 20 persen,” ungakapnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...