Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pensiunan Jadi Otak Jaringan Calo CPNS di Sragen, Patok Tarif Rp 135 Juta Per Kursi

MuriaNewsCom, Sragen – Jajaran Polres Sragen membongkar jaringan calo rekruitmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Jaringan ini terdiri dari dua orang PNS atau aparatur sipil negara (ASN) aktif, satu pensiunan dan satu orang makelar.

Dua PNS aktif tercatat berdinas di Puskesmas Masaran. Jaringan ini disebut-sebut telah beraksi sejak beberapa tahun terakhir. Keempat orang ini langsung ditahan di Mapolres Sragen sejak Senin (27/8/2018) kemarin.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan empat sindikat yang dibekuk itu terdiri dari MUS (61), pensiunan PNS asal Karanganom, Taraman, Sidoharjo Sragen, HBS (52) PNS di Puskesmas Masaran yang warga di Nglarangan, Kebakkramat, Karanganyar, kemudian HK (44), PNS Puskesmas Masaran asal Desa Krikilan, Masaran dan SYD (51) pengusaha spesialis makelar warga Ngamban, Gawan, Tanon.

“Ada empat tersangka yang hari ini tadi resmi kami tahan. Dua orang masih PNS aktif di Puskesmas Masaran Sragen, seorang pensiunan PNS dan satu tersangka dari swasta,” katanya Selasa (28/8/2018).

Kapolres menguraikan empat tersangka itu ditahan atas laporan kasus penipuan dan penggelapan bermodus percaloan CPNS yang mereka lakukan pada 2014 silam.

Mereka dilaporkan oleh dua korban asal Sidoharjo Sragen, SUM (60) dan SYT (57). Kedua korban ini juga seorang PNS. SUM tercatat sebagai PNS Dinas Kehutanan Tangen, sementara SYT adalah PNS guru di SD Ngrampal.

Baca : Belum Ada Kepastian Dibuka, Klaten Sudah Siapkan Rp 1 Miliar untuk Rekruitmen CPNS

Sindikat yang digawangi MUS CS itu menawarkan jasa bisa membantu meloloskan kedua anak korban dengan membayar uang ratusan juta rupiah pada rekruitmen CPNS umum 2014.

Namun hingga uang dilunasi dan permintaan dituruti, ternyata anak korban tak lolos. Uang yang sudah dibayarkan juga tak kunjung dikembalikan.

“Tarif yang dipatok untuk satu kursi sebesar Rp 135 juta. Kedua korban juga sudah membayar lunas secara bertahap kepada empat tersangka. Namun janji meloloskam menjadi CPNS tidak terealisasi. Ketika uang diminta, tersangka juga tidak ada itikad untuk mengembalikan,” paparnya.

Kapolres menguraikan saat ini keempat tersangka sudah diamankan di Polres Sragen berikut barang bukti. Mereka bakal dijerat dengan pasal 372 jo 378 KUHP.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...