Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ansor dan Banser Pati Siap Kawal Pilpres dan Pileg Damai

MuriaNewsCom, Pati – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati menyatakan sikap siap untuk untuk mengawal pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilu legislatif (Pileg) damai. Sikap tersebut merupakan respon atas isu pilpres yang digaungkan dengan nuansa kebencian oleh gerakan-gerakan tertentu.

Wakil Ketua PC P Ansor Pati Naufar Yazid mengatakan, selama ini banyak gerakan-gerakan yang mencoba mengoyak kedamaian dalam pelaksanaan pilpres 2019 mendatang. Dia mengaku, hal yang semacam itu tidak ingin terjadi di Kabupaten Pati.  Sebaliknya, dia menginginkan situasi Pati yang kondusif dan penuh kerukunan.

“Kami mengajak semua pihak dan mendorong kepolisian untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Deteksi dini dan tindakan tegas atas indikasi gerakan yang mengarah pada ajakan untuk melakukan ujaran kebencian dan provokasi ketidaksenangan terhadap kelompok lain perlu dikedepankan,” ujarnya, Senin (27/8/2018).

Sejauh ini, lanjut dia, iklim kerukunan di Pati telah terjalin baik. Karena itu, tidak sepatutnya jika dikoyak dengan gerakan atau kegiatan yang justru merusak kebersamaan dan keharmonisan masyarakat yang beragam.

“Kebinekaan merupakan keniscayaan. Jadi, keragaman itu sudah sepantasnya dikelola dengan baik untuk mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa. Bukan sebaliknya,  diganggu dan dirusak untuk kepentingan kelompok kecil, atau bahkan bernuansa politis,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati Arbain menyatakan, pihaknya bakal lebih meningkatkan sinergitas dengan kepolisian dan TNI. Upaya itu agar ancaman provokasi memecah masyarakat sekecil apa pun dapat diantisipasi.

Dia juga menyatakan, Ansor dan Banser akan turun di garda terdepan jika terdapat gerakan provokasi yang ingin mengubah sistem negara dengan ideologi selain Pancasila. Karena gerakan seperti itu sama artinya mengubah bentuk negara.

“Bagi kami Pancasila ideologi final dan NKRI harga mati. Kalau ada yang mencoba mengusik itu, maka kami tidak tinggal diam,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...