Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Semester Kedua Penerimaan KPPBC Tipe Madya Kudus Kurang dari 40 Persen

MuriaNewsCom, Kudus – Penerimaan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukia (KPPBC) Tipe Madya Kudus hingga semester kedua baru mencapai 39,20 persen atau Rp 14,7 triliun.  Padahal memasuki semester kedua, penerimaan seharusnya sudah menembus angka di atas 50 persen.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Kudus Dwi Prasetyo Rini mengatakan, target penerimaan pada tahun ini lebih besar jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya Rp 34.47 triliun. Pada tahun ini target penerimaan KPPBC Tipe Madya Kudus mencapai Rp 37.6 triliun.

“Kenaikan target lantaran adanya kenaikan tarif cukai per 1 Januari 2018 lalu,” kata dia.

Meskipun saat ini penerimaan belum mencapai 50 persen, namun hal itu tidak membuatnya kebingungan. Sebab, pada tahun ini adanya kebijakan penundaan pembayaran. Sehingga ada sejumlah perusahaan rokok yang menunda melakukan pembayaran cukai sampai pada akhir tahun.

“Di Kabupaten Kudus terdapat 58 perusahaan rokok. Mulai dari skala besar atau golongan I sampai dengan skala terendah atau golongan III. Kebijakan penundaan itu, diberlakukan untuk perusahaan yang memiliki kredibilitas dari segi manajemen keuangan,”terangnya.

Saat ini ia mengaku fokus pada pemberantasan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal. Terakhir, pada tanggal 20 Agustus lalu pihaknya telah melakukan penggeledahan di Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara.

Dari hasil penggeledahan itu ditemukan barang bukti berupa sigaret kretek mesin dan tembau iris yang diduga ilegal. Kemungkinan bangunan itu digunakan untuk mengemas dan menimbun barang kena cukai tersebut.

“Dari penggeledahan itu kami menemukan barang bukti berupa sigaret kretek mesin sebanyak 99.320 batang dan tembau iris sebanyak 91 kilogram. Adapun total nilai barang tersebut sebesar Rp 76.018.800,”kata dia.

Selain penggeledahan itu, dihari yang sama ia juga melakukan penindaan. Yakni BKC yang dimuat pada sebuah minibus. Barang itu dibawa dari Jepara ke Semarang. Sesampai di jalan Demak-Semarang kendaraan itu diberhentikan.  Ternyata setelah diperiksa kedapatan 420.000 batang sigaret kretek mesin yang tidak dilengkapi dengan pita cukai.

“Barang senilai Rp 300 juta itu dibawa ke Kantor KPPBC berikut sopir dan penumpangnya untuk diperiksa. Penindakan ini potensi kerugian negaranya mencapai Rp 155 juta,”pungkasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...