Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Stok Melimpah, Harga Garam di Pati Merosot

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Pemkab PC
0 672
Ucapan Pelantikan Bupati Kodim Jepara PC

MuriaNewsCom, Pati- Harga garam grosok produksi petani Pati dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir, mengalami kemerosotan. Akibatnya, sebagian petani menimbun garamnya dan menunggu hingga harga kembali stabil.

Eko Sulistyo (28) petani garam Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana mengakui kemerosotan harga garam tersebut. Menurutnya, naik turunnya harga garam itu memang suatu hal yang wajar, akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir ini, harganya cenderung merosot.

Harga dari petani, untuk garam grosok hanya Rp 850 per kilogramnya. Sementara untuk garam Kristal yang sudah dicuci mencapai Rp 1.300 per kilogramnya. Akan tetapi, harga tersebut dikatakan masih belum stabil.

“Harga stabil itu Rp 1.500 per kilogram untuk garam grosok. Kalau di Desa Geneng ini kan memang banyak yang memproduksi garam. Tapi, karena harganya masih rendah, ada juga petani yang menimbun dan ada juga yang langsung menjualnya,” ujar Eko, Senin (27/8/2018).

Padahal, untuk memproduksi garam pihaknya mengeluarkan banyak biaya dan harus mengetahui perubahan cuaca. Apabila cuaca tidak menentu, maka hasil garam juga tidak bisa maksimal. Akan tetapi, apabila kemarau panjang, hasil garam bisa lebih baik.

“Kualitasnya untuk panen tahun ini saya rasa baik, karena banyak garam Kristal yang dihasilkan oleh para petani dari pada garam grosok,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dari tiga kecamatan penghasil garam di Pati, yakni Kecamatan Juwana, Batangan dan Trangkil, rata-rata mengalami permasalahan yang sama. Harga garam perlahan terus mengalami penurunan.

“Di Daerah Trangkil malah sudah banyak perani garam yang sudah beralih ke petani tambak. Kalau di pikir-pikir memang lebih untuk petani tambak, tetapi modal yang dikeluarkan juga banyak. Kalau garam kan tidak terlalu menguras biaya dan perawatannya juga lebih mudah,” katanya.

Dia berharap agar pemerintah bisa menstabilkan harga garam, sehingga para petani garam tidak rugi ketika sudah panen. Setidaknya, ada harga aceren terendah sebagai patokan penjualan apabila harganya menurun derastis.

Editor Supriyadi

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Banner PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.