Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Panas Tinggi, Produksi Jeruk Pamelo di Pati Menurun

MuriaNewsCom, Pati – Cuaca panas tinggi di Kabupaten Pati yang terjadi beberapa bulan ini, membuat petani jeruk pamelo mengeluh lantaran produiksi jeruknya semakin menurun. Tentunya, itu berimbas pada pendapatan dan pengeluaran biaya untuk perawatan pohon jeruk tersebut.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Bageng, Kecamatan Gembong mengatakan membenarkan hal itu. Bahkan, dirinya mengaku kewalahan untuk meningkatkan produksi pada saat cuaca panas.

“Ada dua sisi sebenarnya pada musim panas tinggi ini. Di satu sisi, kualitas jeruk justru semakin bagus, rasanya pun lebih enak. Tetapi, di sisi lain, produksi jeruk terus menurun,” ungkapnya.

Seiring dengan itu, harga jual jeruk pamelo di pasaran juga lebih mahal. Itu merupakan efek domino atas menurunnya produksi harian para petani. Namun, penjualan saja tidak bisa diandalkan apabila lahan produksinya tidak berfungsi.

“Kalau musim panas tinggi seperti ini, lalat pasti banyak yang datang dan dapat merusak kualitas jeruk,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, untuk harga jeruk pamelo kualitas super harga per kilo saat ini mencapai Rp 19 ribu. Harga tersebut naik Rp 4 ribu dari sebelumnya yang hanya Rp 15 ribu per kilonya. Sementara satu jeruk pamelo, beratnya rata-rata mencapai lima kilo gram.

“Harganya memang bagus dibandingkan pada bulan sebelumnya. Kami masih mencari solusi untuk mengatasi cuaca panas tinggi ini agar petani jeruk tetap bisa berproduksi dan tidak diserang hama lalat,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...