Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Markas Komando Daerah Muria, Saksi Kegigihan Pejuang Muria yang Terabaikan

MuriaNewsCom, Kudus – Monumen Komando Daerah Muria yang berada di Desa Glagah, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menjadi saksi bisu kegigihan para pejuang dari lereng Muria untuk negara ini.

Namun sepak terjang para pejuang ini, kalah pamor dengan kebesaran nama pejuang lain. Nama-nama mereka kini seolah terkubur dan nyaris tak dikenal oleh pemuda saat ini.

Bahkan monumen sebagai penanda kerasnya perjuangan pahlawan di lereng Muria itu kini juga seolah terabaiakan.

Kepala Desa Glagah, Sukarwi mengatakan selama ini Pemerintah Kabupaten Kudus dinilai masih minim memperhatikan monumen Markas Komando Daerah Muria. Dikatakan dia, pihaknya selama ini berupaya sendiri dalam melakukan perawatan tempat bersejarah tersebut.

“Selama ini penjaga tak pernah dapat gaji. Hanya saja kami melakukan usaha untuk mengadakan dana swadaya, menganggarkan upah untuk menjaga Monumen Komando Daerah Muria sebesar Rp 300 ribu pertahun,” kata dia.

Oleh karenanya, ia berharap pemerintah segera memberi perhatian. Terutama bagi para pemimpin Kudus yang baru terpilih.

Di Monumen Komando Muria ini dulu dikenal sebagai markas para pejuang Muria untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tepatnya ketika Belanda sedang melakukan agresi militer kedua.

Baca : Begini Kisah Perjuangan Srikandi Muria Pertahankan Kemerdekaan RI

Berdasarkan catatan sejarah tempat tersebut adalah Markas Komando Daerah Muria. Dari Markas in Mayor Kusmanto merancang melakukan penyerangan terhadap Belanda.

Namun markas ini akhirnya diendus oleh intelijen Belanda. Pasukan Belanda pun dikerahkan untuk menggempur dan menyerang markas ini, hingga banyak pejuang yang berguguran.

Tidak kalah pentingnya dalam sejarah peperangan di lereng Muria, adalah peran kaun hawa. Ternyata tanpa disadari perempuan cukup berperan dalam medan peperangan di lereng Pegunungan Muria.

Ada tokoh-tokoh perempuan di lereng Muria yang ikut mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Di antara mereka adalah Nyonya Kusmanto, Maryati, Minthok, Sri Muawatun, Sutinah, Ayu Suparti dan beberapa nama lainnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...