Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Nay Pyi Taw, Myanmar

Kalah dari Korsel, Indonesia Pulang dengan Tangan Kosong

0 4.242

MuriaNewsCom, Nay Phi Taw – Timnas Tenis Meja Indonesia kembali menuai kekalahan di kejuaraan pingpong Asia ’’The 24th Asian Junior and Cadet Table Tennis Championship’’ di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Nay Pyi Taw, Myanmar. Kali ini, kekalahan menghampiri ganda campuran Indonesia yang diperkuat Hafidh Nuur Annafi/Siti Aminah dan Fernando Melkyanus/Desi Ramadanti.

Ironisnya, kedua tim ganda campuran ini sama-sama dikalahkan oleh Korea Selatan (Korsel) dengan skor 1-3. Padahal, dua tim ini merupakan satu-satunya harapan Indonesia untuk meraih medali supaya tidak pulang dengan tangan kosong.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, Hafidh/Aminah yang berhadapan dengan Inhyeok/Wee Yeji dibuat tak berkutik di set pertama. Mereka memainkan ritme cepat dengan spin serta top spin yang mematikan lawan. Beruntung di set kedua mereka bisa bangkit.

Dengan mengandalkan kerja sama yang apik, keduanya berhasil menyamakan kedudukan. Hanya saja, di babak ketiga, skill mulai berbicara. Tim lawan yang mempelajari permainan di set kedua langsung tancap gas. Mereka menggeber serangan dan berhasil membalik kedudukan.

Hal tersebut terus dilakukan di set keempat. Meski begitu Hafid/Aminah tak tinggal diam. Keduanya juga melancarkan serangan-serangan yang mematikan. Akibatnya kejar-kejaran angka pun tak terelakkan. Hanya saja, Korsel berhasil menunjukkan performa terbaiknya. Indonesia pun kalah 1-3.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Fernando Melkyanus/Desi Ramadanti gagal menghentikan wakil Korea Selatan, Cho Dhaeseong/Saan Yobin di babak kualifikasi. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Kekalahan serupa juga terjadi pada pasangan Fernando Melkyanus/Desi Ramadanti. Bermain melawan pasangan Cho Dhaeseong/Saan Yobin, keduanya dipaksa menguras keringat. Meski begitu, Fernando/Desi berhasil menunjukkan kualitasnya dengan memenangkan satu set di laga kedua.

Hanya saja, tim lawan terlihat begitu perkasa. Di set ketiga dan keempat Fernando/Deso didepak dengan skor yang cukup jauh. Praktis, hal itu membuat angan-angan Indonesia untuk meraih medali pupus.

Menanggapi hal itu, Manager Timnas Tenis Meja Indonesia, Soegeng Oetomo Soewindo meminta maaf belum bisa mempersembahkan satupun medali bagi Indonesia. Ia pun mengakui, skill pemain Indonesia masih kalah dengan para unggulan. ’’Saya mewakili tim minta maaf belum bisa mempersembahkan medali bagi Indonesia. Dalam kejuaraan ini bisa dibilang kita kurang beruntung karena selalu satu grup dengan para unggulan,’’ katanya.

Meski begitu, ia mengakui hal itu bukanlah alasan untuk bisa meraih hasil maksimal. Bagi Soegeng, pengalaman, teknik, dan skill lah yang berperan dalam kejuaraan. ’’Evaluasi saya memang skill yang terlihat timpang. Mereka seolah-olah berana di bawah para pemain unggulan. Karena itu, selepas dari sini kita akan mencoba memperbaiki itu,’’ tambahnya.

Editor: Deka Hendratmanto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.