MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Nay Pyi Taw, Myanmar

Ganda Junior Putri Kalah Hadapi Wakil Iran di Penyisihan

0 231

MuriaNewsCom, Nay Phi Taw – Kekalahan demi kekalahan yang dialami Timnas Tenis Meja Indonesia di kejuaraan pingpong Asia bertitel ’’The 24th Asian Junior and Cadet Table Tennis Championship’’ di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Nay Pyi Taw, Myanmar terus berlanjut. Setelah tunggal kadet dan junior putra dan putri kalah di penyisihan Kamis (16/8/2018), kali ini ganda junior putri juga dipaksa menelan kekalahan.

Tim yang digawangi Putri Deni Wulandari/Desi Ramadanti dipaksa menyerah 1-3 dari pemain ganda Iran, Masthari Mahshid/Karamiamidabadi Melika. Padahal, perlawanan di set pertama di antara kedua tim berlangsung menarik.

Di set pertama, Mahshid/Melika berhasil unggul setelah saling kejar-kejaran angka sejak awal laga. Bahkan, mereka beberapa kali dibuat keteteran oleh permainan Putri/Desi. Hanya saja, Dewi Fortuna tak berpihak dan harus menelan kekalahan.

Meski kalah di set pertama, baik Putri ataupun Desi tak mengendurkan serangan. Arahan demi arahan dari sang pelatih dan kerjasama tim dengan serangan cepat berhasil menyamakan kedudukan. Skor pun 1-1 untuk Indonesia.

Pelatih putri Heni Sandra Nurwati (kiri) memberikan arahan kepada duet Putri Deni Wulandari dan Desi Ramadanti. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Hanya saja, kekompakan Putri/Desi dibuat kocar-kacir oleh serangan silang Mahshid/ Melika. Mereka pun beberapa kali dibuat pontang panting saat meladeni permainan cepat Iran. Alhasil, di set ketiga mereka kembali kalah. Hal itupun berlanjut di set keempat. Walaupun Putri/Desi sudah berusaha bangkit, namun keperkasaan pemain Iran begitu kuat. Mereka pun dipaksa menelan pil pahit dengan skor 1-3.

Menanggapi hal tersebut, pelatih putri Indonesia, Heni Sandra Nurwati mengakui serangan pasangan Indonesia Putri/Desi mudah dipatahkan. Ini lantaran kekompakan Putri/Desi berhasil dimentahkan oleh lawan dengan permainan cepat. ’’Jadi tadi kita dibuat pontang panting. Itu membuat para pemain terlihat tidak kompak. Tapi, di set kedua kita bisa memperbaikinya,’’ katanya.

Sayangnya, strategi tersebut kembali ampuh di set ketiga dan keempat. Akibatnya kedua pemain kembali pontang panting. Meski sudah beberapa kali meminta time out, kecerdikan pemain Iran menaruh bola berhasil mengecoh pemain Indonesia. ’’Saat time out mereka tahu kalau bola yang diberikan berada di titik buta. Tapi karena terbawa ritme mereka, kita kalah,’’ terangnya.

Hasil itu, tambahnya, membuat Indonesia tertahan dan tak bisa lanjut ke babak selanjutnya. Ini lantaran di ganda junior putri, panitia menerapkan sistem gugur. ’’Kami minta maaf, belum bisa menang. Sistem yang digunakan sistem gugur. Jadi sekali kalah tak bisa lanjut,’’ tandasnya.

Editor: Deka Hendratmanto

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.