Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Petani Tebu Kecewa Pemerintah Enggan Beli Gula dari PG Swasta

MuriaNewsCom,  Kudus – Para petani tebu yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) merasa kecewa dengan pemerintah pusat. Ini disebabkan, pemerintah tidak mau membeli gula yang digiling oleh pabrik gula (PG) swasta. Bahkan keputusan pemerintah itu dianggap diskrimantif.

Sekjen DPN APTRI, M Nur Khabsyin mengatakan selama ini pemerintah pusat membeli gula dari petani binaan PG BUMN.  Padahal ada sebanyak 169 ribu ton gula yang digiling pabrik swasta dibiarkan menumpuk. Karena tidak laku dijual.

“Masa dibeda-bedakan antara petani binaan PG BUMN dan PG swasta, yang bikin kacau ini kan pemerintah sendiri karena banjir impor saat ini. Padahal harga gula di PG swasta hanya laku di Rp 9300- Rp 9400/kg. Pedagang tidak berani beli. Karena tidak bisa jual lagi,  stok kebanyakan, ” terang dia,  Jumat (17/8/2018).

Ia mengatakan,  biaya pokok produksi (BPP)  gula sebesar Rp 10.600/kg. Namuan pemerintah hanya membeli Rp 9700. Hal itu sebenarnya dirasa petani masih rugi.

“Mau tidak mau ya terpaksa kami mau, karena tidak ada lagi yang membeli gula petani yang digiling dari PG swasta,” lanjut dia.

Bahkan ada puluhan PG swasta yang bermitra dengan para petani tebu. Ia menyebutkan seperti di PG Kebon Agung Malang,  PG Trangkil Pati,  PG Pakis Pati,  dan PG Madukismo Jogja. “Sebenarnya kami tidak ada bedanya dengan PG BUMN. Toh gula yang kami giling dari para petani,” jelasnya.

Ia menambahkan,  saat ini stok gula melimpah banyak.  Ia menyebutkan, sisa tahun lalu ada sebanyak satu juta ton.  Belum lagi ditambah rembesan gula rafinasi,  impor GKP tahun 2018 dan produksi tahun 2018. Jika ditotal mencapai 5,1 juta ton.

“Kebutuhan nasional 2,7 juta ton setahun. Jadi surplus 2,4 juta ton. Kebijakan pemerintah telah mematikan petani tebu, ” kata dia.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...