MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Nay Pyi Taw, Myanmar

Kalah di Penyisihan, Tunggal Junior Putra Indonesia Kubur Impian di Kejuaraan Pingpong Asia

0 280

MuriaNewsCom, Nay Phi Taw – Perjuangan para pemain tunggal junior putra Indonesia di kejuaraan pingpong Asia bertitel ’’The 24th Asian Junior and Cadet Table Tennis Championships’’ di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Nay Phi Taw, Myanmar dipaksa berhenti di babak penyisihan.

Muhammad Irvan Sumarta dan Fernando Melkyanus tak mampu menjadi juara dan harus rela menjadi penonton dari luar lapangan. Fernando yang diharapkan bisa menjadi pilar bagi tunggal junior putra bahkan tak berkutik dari lawan-lawannya. Ia dipaksa tunduk dengan skor 0-3 saat berhadapan dengan Xiang Peng (Cina) dan Chan Baldwin Ho Wah (Hongkong).

Sekilas Fernando memang tampak meyakinkan di pertandingan pertama. Di awal laga, ia sempat mengimbangi permainan Xiang Peng (juara Hongkong Open). Meski begitu, perbedaan kelas nampak sejak pertengahan laga hingga akhirnya ditekuk 3-0.

Hal serupa juga dialami Fernando saat berhadapan dengan Chan Baldwin Ho Wah. Hanya saja, pemain Hongkong tersebut sempat tertinggal di awal laga. Sayangnya, Fernando tak bisa menjaga keunggulan. Ia pun dikalahkan 0-3.

Sementara Irvan juga bernasib sama. Ia pun tak bisa keluar dari fase grup meski berhasil meraih dua kemenangan dan satu kekalahan. Di awal laga, Irvan dipaksa menyerah dari pemain India, Chandra Jet dengan skor 0-3.

Irvan memenangi laga melawan Alhourani Hasan dari Jordania tapi gagal melaju ke babak selanjutnya karena hanya meraih runner up grup di klasemen akhir penyisihan grup. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Akan tetapi, kekalahan tersebut berhasil menaikkan semangatnya. Di laga kedua, dia berhasil meraih kemenangan setelah bermain lima set melawan Punci Manage Isuru Anja, wakil dari Sri Lanka. Ia pun menang 3-2.

Kemenangan tersebut membuat kepercayaan diri Irvan semakin meningkat. Bertanding melawan wakil Jordania, Alhourani Hasan, ia kembali menang dengan skor 3-1. Meski begitu, ia tetap tak bisa menjadi juara dan melaju fase selanjutnya.

Pelatih putra Indonesia, Agus Fredi Pramono mengatakan, secara aturan, di kejuaraan kali ini memang hanya sang juara yang bisa lolos ke fase lanjutan. Meski berada di runner up, pemain tak bisa bertanding. ’’Aturannya hanya juara. Selain itu tidak,’’ katanya usai mendampingi para atlet yang bertanding.

Sementara, jika dilihat dari permainan, para pemain tunggal junior putra memang kalah dari para pemain dari negara-negara lain. Beberapa di antaranya adalah pemain dari Cina, Hongkong, Taipe, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. ’’Selain itu, kita bisa diadu. Irvan bahkan membuktikan diri bisa menang dua kali. Sayang di laga pertama ia kalah dari India. Mungkin karena grogi,’’ tegasnya.

Hal itu, lanjutnya, terlihat dari pertandingan yang dilakukan. Beberapa kali Irvan harus kehilangan bola karena sering bersarang di net. ’’Berbeda dengan Fernando. Dia itu dapat lawan yang kuat,’’ tandasnya.

Editor: Deka Hendratmanto

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.