MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Nay Pyi Taw, Myanmar

Tunggal Junior Putri Indonesia Juga Kalah di Penyisihan

0 180

MuriaNewsCom, Nay Phi Taw – Kegagalan tunggal kadet putra putri Indonesia ternyata diikuti tunggal junior putri. Dua wakil Indonesia yakni Desi Ramadanti dan Zidna Kaustar masing-masing hanya memperoleh satu kemenangan dan dua kali kekalahan selama melakoni babak penyisihan kejuaraan Asia, bertajuk ’’The 24th Asian Junior and Cadet Table Tennis Championship’’ di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Nay Phi Taw, Myanmar.

Desi yang berada di grup 14 harus melakoni tiga pertandingan. Di laga pertama, ia harus menjamu Akaseva Zaureh, pemain asal Kazakhstan. Di laga ini, dia dipaksa mengakui keperkasaan Zaureh dengan skor 1-3.

Di laga kedua, Desi akhirnya berhasil bangkit. Ia berhasil menundukkan pemain asal Sri Lanka, Sobana Handi Shashininim dengan skor 3-0. Ia seolah mendapatkan kembali kepercayaannya setelah menelan kekalahan di pertandingan pertama.

Meski begitu, kemenangan tersebut tak mampu membuatnya meraih kemenangan kembali di laga ketiga. Bermain melawan Chien Tung Chua (pemain Taiwan) Desi justru kembali menelan kekalahan. Ia bahkan di bantai dengan skor 0-3.

Zidna Kautsar kesulitan meladeni Chien Tung Chua dari Taiwan di babak kualifikasi. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Sementara Zidna Kautsar juga sama. Ia pun harus menelan kekalahan di pertandingan pertama saat bertemu dengan Wen Rui-Ling wakil dari Taiwan dengan skor 0-3. Meski begitu, Ia berhasil bangkit saat bertanding melawan wakil Myanmar, Shwe Sin Thandar.

Di laga kedua itu, Zidna seoalah mendapatkan kembali spiritnya. Ia bahkan bisa menekuk tuan rumah dengan skor 3-0. Sayangnya, kemenangan tersebut tak bisa ditunjukkan di pertandingan ketiga saat melawan pemain Jepang, Nomura Moe.

Di laga ini, Zidna kembali kalah dengan skor 0-3. Beberapa kesalahan mulai dari net, bola tanggung terlihat mendominasi. Kesalahan tersebut menjadi sasaran empuk pemain asal Negeri Sakura untuk memetik poin.

Menanggapi hal itu, pelatih putri Indonesia, Heni Sandra Nurwati mengakui kalau Zidna memang terlihat begitu keteteran saat melawan Nomura. Ia pun mengakui kalau Jepang lebih unggul dalam segala hal. Hanya saja, ia melihat Zidna sudah bermain sebaik mungkin. ’’Kalau permainan memang Zidna kalah dari Jepang ataupun Taiwan. Skill mereka memang berbeda. Bahkan, tak hanya Zidna, pemain yang lain juga sama,’’ katanya.

Hal serupa juga berlaku bagi Desi. Pemain yang diharapkan bisa mendulang prestasi apik itupun tak berkutik di hadapan Taiwan. Ia juga tertunduk dengan skor 0-3 saat menghadapi Taiwan. ’’Ya, inilah permainan. Ada yang menang ada juga yang kalah,’’ tandasnya.

Editor: Deka Hendratmanto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.