MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Nay Pyi Taw, Myanmar

Fernando Dibantai Juara Hongkong Open

0 1.278

MuriaNewsCom, Nay Phi Taw – Pemain tunggal junior putra Fernando Melkyanus harus merasakan ujian berat di laga pertamanya di kejuaraan pingpong Asia bertajuk ’’The 24th Asian Junior and Cadet Table Tennis Championship’’ di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Nay Pyi Taw, Myanmar. Pemain K18 Jakarta itu harus melawan pemain Cina, Xiang Peng, kampiun Hongkong Open sekaligus peringkat pertama dunia kelas kadet.

Fernando sendiri sebelumnya digadang bisa mengukir prestasi apik di ajang ini. Ia merupakan pemain Indonesia yang akan mengikuti Liga Jerman akhir Agustus ini selama tiga bulan ke depan. Selain itu, ia juga bersinar di beberapa kejuaraan nasional. Satu di antaranya adalah juara tunggal Popnas tahun 2017.

Sejak laga dimulai, Fernando langsung mendapat ancaman besar. Ia beberapa kali dijadikan sasaran empuk Xiang Peng dengan spin dan smash keras. Beberapa kali Fernando juga dijajal dengan permainan cepatnya hingga membuatnya keteteran.

Xiang Peng, kampiun Hongkong Open sekaligus peringkat pertama dunia kelas kadet, bersiap menerima servis bola pertama Fernando Melkyanus. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Hanya saja, bukan berarti Fernando tanpa perlawanan. Pemain yang suka mengenakan kalung ini beberapa kali juga membuat Xiang Peng keteteran. Akan tetapi hal tersebut tak berlangsung lama. Ia kembali dipaksa berlutut saat mau bangkit. Hal tersebut terlihat jelas hingga set ketiga. Akibatnya, fernando dipaksa berpuas diri keluar lapangan tanpa skor sekalipun.

Manajer Tim Indonesia Soegeng Oetomo mengatakan, secara permainan Fernando memang harus menambah jam terbangnya. Itu terlihat dari spin, top spin, hingga servis yang kalah telak dari lawan. ’’Itu yang perlu diperbaiki. Tadi saya amati, ia malah dimainkan sama lawan,’’ katanya.

Ia menjelaskan, bagi seorang atlet, skill dan kemampuan berfikir cepat harus selalu ada. Jika tidak, ia justru dipingpong oleh lawan. Akibatnya, ia tak akan bisa mengejar ketertinggalan dan harus menyerah dengan skor telak. ’’Nah itu yang tidak di Fernando dan membuatnya dimainkan oleh lawan,’’ terangnya.

Sementara itu, Fernando mengakui kekalahannya atas Xiang Peng. Meski sudah beberapa kali mencoba melawan, namun pengalaman dan kemampuannya mengarahkan bola bisa langsung terbaca hingga berhasil mencetak angka. ’’Iya lawannya terlalu kuat. Bola-bola saya mudah dibaca. Mohon maaf kalau belum bisa memberikan yang terbaik,’’ tandasnya.

Editor: Deka Hendratmanto

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.