Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Nay Pyi Taw, Myanmar

Giliran Tunggal Kadet Putra Tak Berkutik Hadapi Korsel

0 250

MuriaNewsCom, Nay Pyi Taw – Babak penyisihan grup 5 kadet tunggal putra berlangsung seru. Salah satu penggawa Indonesia Rafanael Nikola Niman yang diunggulkan, tak berkutik di hadapan Park Gyeongtae, pemain asal Korea Selatan (Korsel) dalam kejuaraan pingpong bertajuk ”The 24th Asian Junior and Cadet Table Tennis Championship” di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Pemain asal klub Stoni Jakarta itu dipaksa menelan pil pahit dan dipukul mundur dengan skor 0-3 sekaligus. Ia tak diberi kesempatan untuk mencuri satu set pun di laga pembuka tersebut. Padahal, Nael (sapaan Rafanael) berhasil mempersembahkan perunggu di ajang kejuaraan ASEAN di Filipina.

Di set awal, sebenarnya Nael berhasil unjuk gigi. Ia berhasil mendapatkan poin di laga pembuka. Sayang hal itu tak bertahan lama. Baru empat angka ia langsung disusul dan tertinggal. Park Gyeongtae pun berhasil mengamankan kemenangan.

Hal tersebut ternyata kembali terulang di set kedua. Nael kembali tak bisa membendung perlawanan pemain dari Negeri Gingseng tersebut. Akibatnya, dia kembali tertinggal dan dipaksa menyerah dengan skor yang terpaut jauh.

Rafanael Nikola Niman saat melakukan servis bola pertamanya. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Pelatih Agus Fredi Pramono pun terpaksa memaksimalkan time out untuk mengantisipasi kekalahan. Hanya saja, hal tersebut belum membuahkan hasil. Puncaknya, di set ketiga Nael harus mengakui keperkasaan tanpa mengambil kemenangan satupun dari tiga set yang dijalani.

’’Lawannya memang tangguh. Nael sepertinya juga kurang percaya diri. Ia banyak melakukan bola tanggung yang bisa disambar lawan. Kalaupun ingin melakukan smash, ia tidak menunggu waktu yang tepat. Kesannya terburu-buru,’’ kata Fredi.

Ia menjelaskan, saat ini kemampuan Nael di pingpong memang semakin teruji. Terlebih lagi, lawan yang dihadapi memiliki kemampuan jauh di atasnya.

’’Dengan kata lain, ini kesempatan untuk memperbanyak pengalaman dan menimba ilmu. Di sini, ia bisa tahu apa kekurangan dan kelebihannya. Jika  itu bisa dilakukan, saya yakin, Nael bisa menjadi pemain hebat,’’ terangnya.

Ia menambahkan, kejuaraan ini merupakan kesempatan emas bagi atlet. Apalagi banyak pemain dunia yang berkumpul dan beradu kuat di ajang ini. ’’Ini memang kesempatan emas. Jarang-jarang ada pemain sebanyak ini di even nasional,’’ tandasnya.

Editor: Deka Hendratmanto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.