MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Nay Pyi Taw, Myanmar

Tunggal Kadet Putri Indonesia Kembali Kalah dari Jepang

0 196

MuriaNewsCom, Nay Phi Taw – Kekalahan Dwi Oktaviany Sugiarto (Vita) ternyata juga diikuti Siti Aminah. Kali ini, pemain PTM Sukun yang turun di tunggal kadet putri itu, harus kalah dari wakil Jepang Akae Kaho dengan skor 1-3 di ajang kejuaraan pingpong Asia ’’The 24th Asian Junior and Cadet Table Tennis Championship’’ di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Nay Pyi Taw, Myanmar.

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan lantaran Aminah sudah bermain apik. Di set pertama dan kedua pemain lahir di Kediri itu bahkan memaksa Akea bermain deuce dan berakhir di skor 11-13. Hal itu membuat Aminah sempat bangkit, ia bermain begitu elegan dengan memanfaatkan bola-bola panjang.

Di set kedua itu, Aminah pun berhasil menang. Hanya saja, di set ketiga, ia tak bisa mempertahankan kemenangan. Ia pun kembali menelan kekalahan dan membuat Jepang kembali unggul. Ironisnya, di set keempat, Aminah seakan hilang kepercayaan diri. Ia tak berkutik dan berhasil ditekuk kembali dengan skor yang terpaut jauh.

Menanggapi hal itu, pelatih putri Indonesia, Heni Sandra Nurwati mengaku banyak pekerjaan rumah bagi Aminah. Di level asia ini kemampuan spin dan top spin-nya masih jauh dari atlet-atlet dunia yang lain.

Siti Aminah (biru) berusaha mencuri poin dari lawannya Akae Kaho (Jepang). (MuriaNewsCom/Supriyadi)

’’Selain spin dan top spin itu, mental Aminah suka naik turun. Hal itu membuat lawan langsung bergerak aktif. Terlebih lagi, tiap kebingungan ekspresinya sangat terlihat jelas dan suka melihat ke belakang,’’ katanya usai pertandingan.

Padahal, lanjut Heni, jika Aminah bisa meredam emosi lebih lama, ia yakin anak asuhnya itu bisa mendulang prestasi lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan pertarungan angka sangat ketat dan berhasil deuce di set pertama.

’’Inti dari pertandingan itu ada di set pertama. Di situ, ia bisa terlihat. Apa dia mudah gugup atau tidak. Tapi inilah permainan. Ada kalah dan ada yang menang,’’ tegasnya.

Selain itu, pemain di kejuaraan asia ini memiliki kemampuan atlet kadet yang turun sangat bervariasi. Mulai dari cara memukul, pemilihan bet, karet hingga teknik tinggi yang biasanya dimiliki pemain junior dan senior sudah bisa dipelajari.

’’Ini juga pekerjaan rumah bagi kami (pelatih). Mudah-mudahan di even ini pemain bisa menimba ilmu dan bisa lebih berkembang,’’ tambahnya.

Editor: Deka Hendratmanto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.