Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hebat, Perempuan di Kudus Ini Daur Ulang Sampah Jadi Produk Mahal

MuriaNewsCom,  Kudus – Ada suasana berbeda di rumah dinas camat Kota Kudus,  Rabu (15/8/2018). Terlihat puluhan barang-barang unik dan mewah terpapang di depan halaman rumah dinas camat Kota.

Namun siapa sangka, ternyata barang-barang yang memiliki niliai mahal itu, terbuat dari sampah. Ibu-ibu se-Kecamatan Kota Kabupaten Kudus menyulap bahan baku sampah menjadi barang yang memiliki nilai lebih. Seperti pakaian, alas kaki, tempat tisu, dan produk lain yang memiliki nilai jual tinggi.

Ketua PKK Kecamatan Kota, RR Lilik Ngesti Widiasuryani mengatakan, kegiatan mengubah sampah menjadi produk yang bernilai lebih sudah dimulai sejak ia menjadi lurah beberap tahun lalu. Selain itu juga, kegiatan itu dalam rangka Kudus bebas sampah pada tahun 2020.

“Oleh karena itu, kami perempuan-perempuan waktu itu berinisitif untuk mengolah bahan baku sampah menjadi produk-produk seperti pakaian, alas kaki, jam, dan lain-lainnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, justru dengan inovasi mengolah sampah menjadi produk, bisa berdampak pada peningkatan ekonomi. Terutama bagi ibu-ibu rumah tangga.

“Meskipun berasal dari barang sampah, saya buat kreasi saya sentuh dengan bahan pendamping juga tidak mahal. Bahkan hasil kreasi kami itu bisa dijual. Dampaknya perempuan punya uang sendiri dan bisa bangga. Tidak tergantung pada suami saja,” terang dia.

Sementara itu, Camat Kota Kudus,  Catur Widyatno sekaligus suami RR Lilik Ngesti Widiasuryani mengatakan, ada sebanyak 16 desa dan 9 keluruhan yang turut memamerkan hasil produk berasal dari sampah. Dikatakan dia, dengan inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekonomi. Terutama perekonomian perempuan yang ada di Kabupaten Kudus.

“Saat ini kami sudah jual melalui online. Harganya mulai dari Rp 100 ribuan hingga jutaan rupiah. Kami juga berharap dapat menarik investasi ke sini (Kudus),” terangnya.

Oleh karena itu, ia juga berharap kepada Pemkab Kudus untuk bisa membantu mengembangkan kreativitas warga dalam mendaur sampah. “ Harapannya pemerintah juga membantu mengembangkan bank sampah,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...