Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Nyi Pyi Taw, Myanmar

Dijungkalkan Korsel, Kadet Putri Indonesia Gagal Melaju ke Semifinal

0 451

MuriaNewsCom, Nay Pyi Taw – Harapan tim beregu Kadet Putri Indonesia untuk meraih medali dalam kejuaraan pingpong Asia ”The 24th Asian Junior and Cadet Table Tennis Championship 2018” di Nay Pyi Taw, Myanmar gagal terpenuhi. Itu terjadi setelah mereka dihajar 0-3 oleh Korea Selatan (Korsel) di babak perempatfinal.

Siti Aminah yang dipercaya untuk bermain di laga awal tak bisa berbuat banyak. Servis, spin, hingga smash yang dikerahkan seakan terbaca dan dapat dikembalikan oleh pemain Korsel, Byun Seoyoung. Akibatnya, Amin pun dihajar dengan skor 0-3 sekaligus dengan poin yang terpahut banyak.

Sedangkan di partai kedua, Dwi Oktaviany Sugiarto juga dibuat tak berdaya menghadapi pemain kedua Korsel, Kim Jimin. Vita (panggilan Oktaviany) pun dihajar dengan skor 0-3 sekaligus. Dengan hasil itu, Aminah dan Vita dipaksa meladeni pertarungan kuat pasangan Korsel Byun Seoyoung/Kim Jimin di partai ketiga.

Meski begitu, Aminah/Vita yang menyumbang perak pada kejuaraan Asean di Filipina tetap kalah telak. Mereka dikalahkan dengan mudah oleh Byun Seoyoung/Kim Jimin dan membuat tim beregu kadet putri Indonesia kehilangan tiket ke semifinal.

”Mohon maaf, kami hanya bisa sampai di perempatfinal. Pemain sudah bermain maksimal,” kata pelatih putri Indonesia, Heni Sandra Nurwati kepada MuriaNews Com, usai pertandingan.

Pemain Indonesia Dwi Oktaviany Sugiarto juga dibuat tak berdaya menghadapi pemain kedua Korsel, Kim Jimin. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Heni menjelaskan, dalam pertandingan melawan Korsel, skill dan teknik pemain Indonesia memang jauh berbeda. Dengan bekal itu, mereka berhasil memimpin laga dan mengendalikan pertandingan sesuka hati.

Parahnya, baik Aminah ataupun Vita terjebak dan tak bisa keluar dari ritme yang dimainkan lawan. Bahkan beberapa kali para penggawa itu melakukan kesalahan sendiri dan menguntungkan lawan untuk mencetak angka.

”Tadi Amin juga sering terbawa emosi. Ia beberapa kali meladeni permainan keras yang dilakukan lawan. Padahal itu pancingan. Secara tidak sadar mereka berada di jebakan lawan,” ujarnya.

Beruntung, keduanya bisa keluar. Hanya saja, hal tersebut tak merubah keadaan. Kecepatan, akurasi, dan prediksi lawan berhasil membuat pemain mati kutu.

”Tadi mereka juga sadar akan hal itu. Paling tidak, mereka bisa menimba ilmu dari pertandingan ini. Meski tak bisa menang, lawan tangguh ini (Korsel) bisa membuat pemain semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan,” tandasnya.

Heni menambahkan, setelah laga beregu selesai, pertandingan akan dilanjutkan dengan laga perorangan (tunggal) putra, tungggal putri, dan campuran. Rencananya laga akan dimulai Kamis (16/8/2018) lusa.

Editor: Deka Hendratmanto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.