Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Jelang Idul Adha, Penjual Sapi di Pati Kebanjiran Pembeli

MuriaNewsCom, Pati –  Menjelang Idul Adha, penjualan sapi di  Kabupaten Pati meningkat pesat. Bahkan, sudah banyak para pembeli luar daerah yang mulai memboyong sapi dari Bumi Mina Tani. Akibatnya harganya pun semakin tinggi seiring permintaan yang semakin banyak.

Peterak sapi Asal Desa Prawato, Kecamatan Sukolilo, Ahmad Hyro Fachrus mengatakan, sapi ternak selama ini banyak diminati oleh pembeli, terutama pada saat hari raya kurban. Bahkan penjualannya untuk bulan ini, bisa mencapai dau kali lipat dibandingkan hari biasanya.

“Sementara ini ada 16 ekor yang siap untuk dijual. Kami menjualnya dengan sistem jual hidup. Kalau bobotnya 600 kg ya tinggal dikali berapa perkilonya. Kalau hari biasa, harganya sekitar Rp 45 ribu /kg,” ungkapnya, Jumat (3/8/2018).

Sejauh ini, lanjutnya, sudah ada beberapa pesanan dari luar daerah yang membeli sapinya tersebut. Hanya, jumlahnya belum begitu banyak. Tetapi, dia memastikan ketika menjelang lebaran, permintaan sapi akan meningkat derastis.

“Biasanya, satu atau dua minggu menjelang lebaran, permintaan sapi semakin banyak. Kadang kami juga kewalahan untuk melayani para pembeli. Kalau untuk kegunaanya, rata-rata dijadikan hewan kurban,” imbuhnya.

Hyro yang juga sebagai Kepala Desa Prawoto tersebut juga membentuk Komunitas Peternak Sapi Pati untuk pembinaan bagi kaula muda yang siap berwirausaha. Selain itu, komunitas tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kuwalitas daging sapi serta untuk meningkatkan penjualan.

“Kita juga membentuk komunitas peternak sapi, tujuannya agar para peternak dalam memelihara sapi bisa terjaga kualitas daginnya. Selain itu penjualannya tidak mudah dipermainkan para blantik, apa lagi ini menjelang hari raya kurban,” terangnya.

Komunitas yang sudah memiliki anggota lebih dari 200-an orang ini menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pati. Diharapkan dengan adanya komunitas itu bisa menjadi wadah belajar bersama dalam beternak sapi, serta belajar tentang pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan sapi.

“Saya mencoba untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ada usaha penopang yaitu peternakan. Karena di desa saya banyak limbah pertanian yang terbuang sia-sia, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...