Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Di Pati, Wayang Golek Belum Begitu Dilirik, Ini Alasannya

MuriaNewsCom, Pati – Kesenian wayang golek di Kabupaten Pati, belum begitu dilirik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Padahal, kesenian ini merupakan salah satu khazanah kebudayaan nusantara yang perlu dilertarikan. Apalagi, kesenian wayang golek saat ini hanya tinggal satu orang yang melestarikan, yakni Ki Bowo Asmoro yang berada di Desa Kudur, Kecamatan Winong Kidul.

Wayang golek di Desa Kudur ini memang sangat unik, karna pementasannya hanya digelar satu tahun sekali yakni saat sedekah bumi di desa setempat. Berbeda dengan wayang golek sunda, wayang golek Pati lebih kecil fisiknya tetapi memiliki detail yang menarik.

Ki Bowo Asmoro mengatakan, kesenian wayang golek itu sendiri merupakan budaya turun temurun yang sudah diwariskan dari jaman nenek moyang di desa tersebut.

“Ini adalah kesenian turun-temurun. Sebenarnya saya tidak asli warga sini, tetapi hati saya tergugah untuk terus melestarikannya,” ungkapnya yang juga dalang wayang golek.

Dirinya menjelaskan, sampai saat ini dinas Kebudayaan sama sekali belum ada sumbangsih untuk melestarikan keseniaan yang hampir punah ini. Padahal, kesenian ini juga aset lokal yang perlu dijaga.

“Tentu ini perlu dilestarikan, tetapi untuk pelestarian juga perlu modal yang banyak. Karna biaya membuat wayang golek ini juga tidak sedikit. Wayang golek di Desa Kudur ini saja turun-temurun dari dulu, kalau ada yang rusak kan perlu diperbaiki,” katanya.

Untuk melestarikan, lanjutnya dirinya kini memiliki sanggar wayang. Namun yang dimilikinya hanya wayang kulit saja dan belum memiliki wayang golek. Sehingga sangat sulit mengajarkan kepada anak asuh saya untuk bermain wayang golek.

“Sebenarnya cara mainnya hampir sama seperti wayang kulit. Hanya saja inikan 3 dimensi jadi perlu latian khusus untuk menguasainya. Maka saya berharap wayang golek ini bisa lebih diperhatikan oleh Dinas Kebudayaan,” pungkasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...