Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kesal Dipungut Pungli, Puluhan Warga Gadurero Geruduk Kantor BPN Pati

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati digeruduk puluhan warga dari Desa Gadurero, Kecamatan Sukolilo, Senin (30/7/2018). Mereka mempertanyakan program Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap (PTSL) yang diduga ada pungli dalam pekaksanaanya.

Saah satu demonstran, Muriyono mengaku sudah mengikuti program PTSL dengan membayar uang sebesar Rp 1,1 juta. Padahal, sesuai ketentuan, program tersebut tidak di pungut biaya sama sekali, alias dibiayai oleh ABPN.

”Sepengetahuan kami, katanya PTSL ini gratis. Tetapi faktanya kok kami masih dipungut biaya. Besarannya berbada-beda, ada yang Rp 600 ribu ada yang sampai Rp 1,1 juta. Maka dari itu, kami datang ke BPN untuk meminta kejelasan,” ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan lambatnya proses pensertifikatan yang dilakukan oleh pihak terkait. Bahkan, ada yang sudah 21 bulan mendaftarkan tanahnya di programPTSL dengan membayar sejumlah uang, tetapi sampai pada 21 bulan, ternyata sertifikatnya belum jadi.

Sejumlah warga membawa tulisan atas kekesalan dugaan pungli program PTSL. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

”Katanya proses pensertifikatan itu cepat. Tetapi saya sudah 21 bulan menunggu sertifikat dan sampai saat ini belum ada. Padahal kami sudah bayar, saya juga punya kuwitansi pembayarannya, semua masih saya simpan,” tegasnya.

Mereka juga menuntut agar para oknum yang bermain dengan prigram PTSL ini segara untuk diproses secara hukum. Sebab, hampir semua masyarakat resah karena oknum yang tidak bertanggung jawab itu.

”Kami ini rakyat kecil, ngurus sertifikat tanah katanya geratis, tetapi dari panitia masih meminta uang. Ini bagaimana? Mana keadilan bagi kami,” teriaknya lantang.

Meski demikian, mereka tetap berharap agar pihak yang berwajib segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebab, permasalahan pungli PTSl itu, tidak hanya terjadi di Desa Gadudero, tetapi hamper di semua desa.

”Kami meminta agar oknum-oknum yang bermain dalam PTSL itu segara ditangkap dan diberikan sanksi tegas,” tutupnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...