Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mahasiswa KKN Undip di Bandungsari Grobogan Bantu Realisasikan Agro Wisata Belimbing

MuriaNewsCom, GroboganMahasiswa Undip yang melangsungkan KKN di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan membuat sebuah program menarik bersama pemerintah desa setempat. Yakni, merealisasikan adanya sebuah lokasi agro wisata berupa kebun belimbing.

Pembuatan kebun belimbing dilatar belakangi beberapa hal. Antara lain, masih banyaknya lahan kosong yang belum termanfaatkan dengan baik. Terutama di dipinggir aliran sungai di Dusun Krajan hingga Dusun Sendangsuro.

“Dari pengamatan kami selama KKN, banyak lahan kosong yang masih bisa dimanfaatkan. Terutama, lahan di pinggiran sungai karena dekat dengan sumber air. Jika lahan itu dimanfaatkan maka dalam jangka panjang akan berdampak meningkatnya penghasilan masyarakat,” kata Koordinator KKN Undip di Desa Bandungsari Dian Efendi, Jumat (27/7/2018).

Ide pemanfaatan lahan kosong ternyata mendapat respon baik dari pihak desa. Bahkan, Kepala Desa Bandungsari Ledy Heriyanto langsung menindaklanjuti ide itu dengan cepat. Kebetulan, pihak desa sebelumnya juga sudah punya gagasan untuk membuat sebuah agro wisata yang nantinya akan dikelola oleh BUMDes Bandungsari.

Setelah melakukan perencanaan, upaya pembuatan demplot atau lahan percontohan dimulai. Untuk tahap perdana, demplot itu ditempatkan pada lahan kosong seluas 1.750 meter persegi milik Kades Bandungsari.

“Setelah lahan dipersiapkan, akhirnya kita lakukan penanaman belimbing bersama para pemuda setempat. Total bibit belimbing yang kita tanam ada 100 pohon. Dalam pembuatan demplot ini kami juga sempat belajar dengan pemilik kebun belimbing di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo,” jelas mahasiswa Faklutas MIPA jurusan Kimia itu.

Menurutnya, pembuatan lahan percontohan itu ternyata mendapat respon positif dari warga sekitar. Indikasinya, sudah ada beberapa warga yang menyatakan minat untuk ikut membuat kebun belimbing di lahan kosong miliknya.

“Warga yang ingin bikin kebun sedang kita data. Nantinya akan mereka kita buatkan kelompok biar tergorganisir dengan baik. Kalau kelompok sudah terbentuk, kami nanti akan ikut nyumbang bibit belimbing. Kami melangsungkan KKN disini sejak 10 Juli sampai 20 Agustus mendatang,” sambung mahasiswa asal Sragen itu.

Sementara itu, Kepala Desa Bandungsari Ledy Heriyanto menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya pembuatan kebun belimbing tersebut. Soalnya, ada manfaat jangka panjang yang bisa didapat. Selain menambah penghasilan, adanya tanaman belimbing juga akan menjaga ekosistem dan lingkungan di sekitar aliran sungai.

Heriyanto menyatakan, untuk saat ini, pembuatan kebun belimbing masih dilakukan secara pribadi. Namun dalam waktu dekat, akan segera dibentuk BUMDes dengan bidang usaha agro wisata kebun belimbing.

Menurutnya, saat ini sudah ada lahan sekitar 4 hektar milik warganya yang siap digunakan untuk pembuatan kebun belimbing. Namun, warga pemilik lahan belum bisa merealisasikan pembuatan kebun belimbing karena terbentur modal.

“Soal kesulitan modal ini sudah kita komunikasikan dengan pihak Bank BKK Purwodadi. Rencananya, akan ada pinjaman lunak untuk petani yang mau bikin kebun belimbing. Nanti, kita juga akan minta dukungan dari mahasiswa KKN Undip yang ada disini. Mahasiswa yang KKN di Kecamatan Ngaringan ada 103 orang tetapi yang ditempatkan di Desa Bandungsari ada 9 orang,” katanya.

Ia menambahkan, selain pembuatan kebun belimbing, mahasiswa KKN juga membuat program pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan pembuatan parfum dan sabun untuk cuci piring.

“Praktek pembuatan parfum dan sabun sudah dilakukan. Hasilnya, barang yang dibuat ludes dibeli warga,” katanya sambil tertawa. (NAO)

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...