Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cerita Kristina, Artis Dangdut yang Putuskan Nyaleg Setelah Tolak 7 Parpol

0 991

MuriaNewsCom, Semarang – Kristina Iswandari, atau yang akrab di telinga dengan nama panggung Krstina memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Ia kini terdaftar sebagai bakal calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Nasdem untuk Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah.

Keputusan penyanyi yang memopulerkan lagu ”Secawan Madu” dan ”Jatuh Bangun” untuk terjun ke politik ternyata bukan hal mudah. Sebelumnya kristina telah berkali-kali menolak pinangan parpol, baik untuk menjadi kepala daerah maupun menjadi caleg.

“Pernah dipinang menjadi bupati atau wakil bupati, tapi saya menolak. Bukan dunia saya, karena saya pikir dunia saya adalah penyanyi. Sampai akhirnya saya menerima pinangan Partai Nasdem untuk nyaleg DPR RI,” katanya saat ditemui di Rosti Cafe, Kota Semarang.

Ia menyebut, sebelum memutuskan untuk menerima pinangan Partai Nasdem, banyak parpol yang sudah merayu dia untuk bergabung. ” Saat itu terdapat 7 partai politik yang meminang menjadi caleg,” ujarnya.

Wanita cantik yang lahir di Jakarta 8 mei 1976 tersebut mengaku ada alasan khusus kenapa memilih Partai Nasdem. Kedekatan dengan Umum Partai Nasdem, Surya Paloh disebutnya menjadi alasan paling kuat. “Partai Nasdem sudah seperti keluarga, dan  warna biru juga menjadi kesukaan saya,” kata dia.

Kristina Iswandari saat ditemui di Rosti Cafe Semarang. Ia nyaleg dari Partai Nasdem dapil X Jateng

Kedekatannya dengan Surya Paloh dan Partai Nasdem ini menurut dia, yang membuatnya tak canggung untuk masuk dunia politik. Terlebih selama ini ia sering diajak Partai Nasdem untuk mengisi berbagai acara termasuk saat kampanye.

Kini Kristina terdaftar sebagai bacaleg untuk Dapil X Jateng, yang meliputi wilayah Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan, dan Kota Pekalongan. Isu-isu tentang kesenian, kebudayaan serta perempuan akan menjadi fokus yang diangkat.

“Isu-isu seni budaya, pendidikan dan perempuan akan saya bawa ke pusat karena tingkat kematian ibu melahirkan masih tinggi, dan anak putus sekolah atau pendidikan juga tinggi,” ucapnya.

Juga ada alasan tersendiri. Meski lahir dan menetap di Jakarta, tapi Kristina punya darah Pemalang. Orang tuanya berasal dari daerah ini.

“Saya ingin turun langsung ke masyarakat, untuk mengetahui situasi yang harus diperjuangkan. Nomor urut nanti dapat lima. Saya anak ke lima, lahir bulan lima, semoga bisa beruntung dengan nomor tersebut,” ungkapnya.

Di wilayah eks Karesidenan Pekalongan ini, Kristina menargetkan bisa meraih 250 suara dalam Pemilu 2019 mendatang. Dan jika benar-benar terpilih akan benar-benar fokus bekerja sebagai wakil rakyat, dan mengurangi aktivitasnya di panggung hiburan.

“Jadi musisi tetap, tapi manggung tidak adakan jadi priorotas lagi. Saya akan memperjuangkan aspirasi dari dapil saya sebagai anggota legislatif,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.