Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Datang Audiensi, Kades Wedusan Pati Enggan Mundur dari Jabatannya

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti berbondong-bondong memadati balaidesa setempat. Mereka hendak melihat tindak lanjut dari dugaan kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh Kepala Desanya, yakni Mastur dan Siroh yang merupakan perempuan desa tetangga.

Warga yang tidak terima dengan perlakukan Kades tersebut, hari ini (24/7/2018) melakukan audiensi di balai desa. Namun, Mastur ternyata tidak berkenan hadir dan hanya memberikan surat pernyataan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Isi surat tersebut menyatakan bahwa Mastur tetap mempertahankan posisinya sebagai kades dan enggan untuk mengundurkan diri.

Tak ayal, warga yang memadati balaidesa bersorak tak puas. Berulang kali warga meneriaki untuk menuntut mundur kepala desanya tersebut, karena dinilai tak tau malu, dan tak pantas menjadi pimpinan lagi.

Kepala BPD Desa Wedusan, Moh Latif mengungkapkan, dari hasil musyawarah BPD, dan juga voting, enam anggota BPD menghendaki kepala desa untuk mundur, hanya tiga yang belum bisa memberikan pendapatnya.

“Dengan begitu saya mewakili warga Desa Wedusan memutuskan untuk tidak mau dipimpin lagi oleh Mastur sebagai kepala desa. Mastur mesti turun hari ini juga,” terangnya.

Selanjutnya, hasil keputusan musyawarah, serta voting diserahkan kepada Camat Dukuhseti. Untuk selanjutnya diminta untuk menunjuk Plt kepala desa.

“Hasil ini akan kami serahkan hari ini juga (Red, Selasa) kepada camat, supaya segera mendapat Plt Kepala Desa Wedusan,” imbuhnya.

Mediasi dianggap kurang memuaskan, lantaran kepala desa Mastur tidak bisa hadir. Mastur membeberkan alasannya mengenai ketidakhadirannya dalam mediasi untuk menurunkan dirinya dari jabatan kepala desa.

Alasan itu, yakni Mastur merasa undangan yang diberikan BPD untuknya di luar kepatutan, sebab dikirim kurang dari tiga hari. Mastur juga mengharapkan kepada semua pihak untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah, dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan mempersilahkan pengurus BPD Desa Wedusan untuk menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...