Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Membanggakan, Gadis Asal Kudus Ini Wakili Indonesia Lomba Bahasa Jepang Tingkat ASEAN

MuriaNewsCom, Kudus – Seli Inayanti warga Desa Jati Kulon RT 5 RW 5, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus patut merasa bangga. Gadis 21 tahun mahasiswa semester empat Universitas Negeri Semarang itu bakal mewakili Indonesia lomba pidato bahasa Jepang ditingkat ASEAN pertengan Oktober mendatang.

Anak keempat dari pasangan Rohmad dan Sulastri itu,  sebelumnya berhasil menjuarai lomba pidato bahasa Jepang tingkat Nasional.  Atas prestasinya itu, ia berhak memawakili Indonesia lomba pidato bahasa Jepang di negara matahari terbit itu.

“Terakhir penyisihan lomba pidato bahasa Jepang tingkat Jateng ke-47 pada tanggal 12 Mei di Unnes.  Saya satu-satunya peserta asal Jawa Tengah yang menjadi juara. Kemudian di Jakarta pada tanggal 14 Juli 2018 lalu, saya pun menjadi juara tingkat nasional lomba pidato bahasa Jepang, ” jelas Seli saat dikunjungi di rumahnya.

Latar belakang keluarga yang pas-pasan tidak mengalahkan Seli untuk meraih prestasi. Orang tua yang pekerjaannya sebagai pengepul sampah plastik sempat menjadi dirinya merasa minder.  Seli waktu masih duduk bangku SMP.  Ia sempat malu terhadap pekerjaan orang tuanya itu.

Namun lambat tahun,  Seli kemudian tidak merasa malu karena pekerjaan orang tuanya yang terkesan jijik itu. Bahkan kisah malu karena orang tuanya sebagai pekerja sampah plastik dituangkan dipidato bahasa Jepang nya itu.

“Nah waktu SMP ya pikiran saya kayak gitu, apalagi pekerjaan bapak kan berurusan sama sampah. Jadi, dulu saya malu sama pekerjaan bapak saya. Kok kerjanya sama sampah sih, malu-maluin. Tapi, sekarang sudah berubah. Nah, perubahan itu saya ceritakan di pidato saya,” beber seli.

Dari pidato bahasa Jepang “Saya yang dibesarkan dari sampah plastik” bakal kembali dilombakan di Jepang pertengahan Oktober mendatang. Kini Seli rutin menyiapkan diri untuk meraih prestasinya di tingkat ASEAN itu.

“Sekarang mulai rutin mempersiapkan diri. Latihannya rutin ngomong dengan orang lain. Kemudian latihan dari awal penyisihan daerah itu saya dibimbing dosen saya, namanya Bu Heni. Saat ini saya masih latihan dan dibantu dosen-dosen saya di Unnes, ” ungkapnya.

Kemahiran berbahasa Jepang Seli tidak begitu tiba-tiba saja. Berawal masih duduk bangku sekolah ia ternyata sering menonton video anime Jepang.  Dari situ,  kemudian ada rasa senang. Dan akhirnya saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi memilih jurusan Bahasa Jepang.

“Dulu sering nonton film anime,  terus pengen belajar bahasa Jepang. Film anime yang sering saya tonton itu seperti Spirited Away,”kata dia.

Meskipun Seli lihai dalam berbahasa Jepang namun ia tetap mencintai bahasa ibu. Yakni bahasa Indonesia. Seli juga kini mempunyai tujuan yaitu menjadi lulusan bahasa Jepang.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.