Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Virus Difteri Kembali ‘Mengamuk’, 4 Pasien Meninggal

MuriaNewsCom, Semarang – Kasus penyeberan virus difteri yang sempat berhenti di akhir tahun 2017, kini kembali meningkat. Bahkan dalam kurun tujuh bulan terakhir, RSUP dr Kariadi Semarang menangani puluhan pasien difteri, dan dalam dua bulan terakhir empat pasien di antaranya tak berhasil diselamatkan.

Satu korban meninggal pada Kamis (19/7/2018) malam, yakni  Bn (12) warga Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Dokter spesialis anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Hapsari, SpA (K) mengatakan, sejak Desmeber 2017 hingga Juli 2018, ada 23 pasien positif difteri yang dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang. Sementara empat pasien yang meninggal yakni tiga dari Kota Semarang dan satu pasien dari Temanggung.

“Jumlah kasusnya meningkat lagi. Padahal, pas Desember 2017 kemarin sudah agak berhenti. Tetapi ketika masuk di bulan Juni, temuannya malah semakin banyak,” katanya pada wartawan.

Ia menyebut empat pasien difteri yang meninggal masuk dalam kurun waktuk Juni-Juli 2018. Empat pasien yang tak berhaisl diselamatkan itu rata-rata ketika dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang sudah dalam kondisi kritis.

Hapsari menyebut, pada Juni 2018 ada seorang pasien positif difteri asal Tembalang Kota Semarang. Saat dirujuk, leher korban dalam kondisi bengkak. Setelah dirawat inap, pasiennya itu mengalami sumbatan napas, gangguan jantung, gagal nafas hingga ditemukan toksin atau racun yang berasal dari kuman.

“Saat diperiksa ternyata benar. Dia mengalami gangguan jantung. Kemudian membrannya menutup sehingga harus dilubangi saluran napasnya. Setelah dua hari dirawat dalam ruangan HCU, nyawanya tidak tertolong lagi. Hasil diagnosis dia menderita penyakit difteri,” ungkapnya.

Pasien difteri lainnya datang dari Genuksari dalam kondisi kritis. Saat dirujuk ke RSUP Dr Kariadi, BN, nama pasien dari Genuksari itu denyut jantungnya sudah dibantu dengan alat medis.

Tetapi, sebaran racun dari kuman difteri sudah masuk ke dalam ginjal. BN dinyatakan meninggal pukul 16.55 WIB Kamis (19/7/2018) malam . “Meninggalnya di HCU,” terangnya.

Dua pasien lainnya masing-masing berinisial A yang berasal dari Ketileng Tembalang, dan Temanggung. Kondisi yang dialami keduanya pun sama dengan dua pasien sebelumnya. Hapsari menjelaskan bila keempat pasien itu meninggal di ruang UGD dan HCU.

“Sejak Desember 2017 sampai Juli 2018 sudah ada 23 pasien positif difteri yang dirawat di sini. Ini menunjukan gejala peningkatan yang signifikan sehingga kami memerlukan ruang rawat yang lebih memadai untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan jumlah pasien difteri pada bulan-bulan ke depan,” tandasnya.

Sementara Dinas Kesehatan Kota Semarang, mencatat setidaknya ada tujuh kasus penderita difteri di wilayah itu selama periode Juni-Juli 2018, dua di antaranya meninggal dunia. Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono menyebut, temuan kasusnya berada di tiga kecamatan, yakni Genuksari, Bangetayu Wetan, dan Tandang.

Ia meyebut, meski program imunisasi di Kota Semarang berjalan baik, tapi tetap ada kelompok masyarakat yang melakukan penolakan. Termasuk tujuh penderita difteri tersebut.

Dicontohkannya, ada satu sekolah atau komunitas di Bangetayu yang menolak imunisasi dan ternyata penderita difteri di kelurahan tersebut kesemuanya tidak diimunisasi sejak masih bayi.

“Ini sudah dilakukan tindakan, seperti `outbreak response immunization` (ORI) difteri. Yakni imunisasi massal kepada anak usia yang terkena di seluruh kelurahan yang ditemukan kasus difteri,” paparnya.

Untuk antisipasi dini, kata dia, masyarakat harus mewaspadai munculnya gejala-gejala difteri, antara lain gejala flu, yakni batuk, pilek, panas, dan gangguan menelan jika sudah berat.

“Gejala difteri seperti flu. Makanya, kami imbau kalau ada anak, utamanya balita yang mengalami gejala flu untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas datau ke dokter,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...