Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ngeri! Bom Rakitan Ini Tersangkut Kaki Kerbau di Bantarbolang Pemalang

MuriaNewsCom, Pemalang – Sebuah bom pipa tersangkut kaki kerbau yang tengah digembala oleh warga di Desa Kuta, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Bom itu bahkan sempat dibawa pulang oleh pemilik kerbau karena awalnya tak mengetahui jika barang tersebut berbahaya.

Beruntung, bom rakitan tersebut tak sempat meledak dan berhasil dilumpuhkan oleh tim penjinak bom (jibom) dari Detasemen Gegana Unit 2 Pekalongan Satbrimob Polda Jateng.

Penemuan bom rakitan itu terjadi pada Rabu (18/7/2018) sore. Saat itu, Witno (43) dan Darmanto (40) warga Desa Kuta tengah menggembala kerbau. Saat melintasi lokasi, kerbau yang mereka gembalakan menginjak sebuah benda mencurigakan. Benda itu tersangkut di kaki kerbau.

Benda mencurigakan itu oleh Witno sempat dibawa pulang ke rumahnya. Namun sesampainya di rumah, ia merasa khawatir dan takut setelah menduga barang tersebut adalah bom. Keesokan harinya, Kamis (19/7/2018) benda mencurigakan itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Bantarbolang.

Anggota Polsek Bantarbolang yang mendapati laporan langsung bergerak ke rumah Witno dan memeriksa benda tersebut. Setelah berkoordinasi dengan Polres Batang, akhirnya dipanggil ahli penjinak bom dari Brimob Polda Jateng,

Tim Jibom Gegana Unit 2 Pekalongan dengan peralatan lengkap langsung merdapat ke lokasi. Tim jibom yang dipimpin Iptu Azis Ma’arif itu mendekati benda mencurigakan tersebut menggunakan perlengkapan deteksi, proteksi dan penjinakan, tim tersebut bertaruh nyawa untuk menjinakkna bom.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tim jibom menyatakan bahwa barang tersebut adalah bom pipa dengan panjang 20 cm. “Dengan sigap dan hati-hati bom tersebut kemudian didiscrupter,” kata Iptu Azis, dikutip dari Tribrata News Polda Jateng, Jumat (20/7/2018).

Menurut dia, discrupter adalah salah satu cara untuk mencerai beraikan bom, sehingga tidak lagi bisa difungsikan. Proses discrupter dilakukan menggunakan alat khusus yang dibawa oleh tim jibom.

“Ini demi tugas, kami melaksanakan dengan iklas. One man one bomb, ini prinsip kami. Yang intinya hanya akan ada satu nyawa yang dikorbankan apabila terjadi hal buruk, dan itu adalah seorang operator jibom,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.