Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Triwulan II, Realisasi Kegiatan Fisik di Grobogan Masih Rendah

MuriaNewsCom, GroboganSekda Grobogan Moh Sumarsono meminta para kepala OPD agar melakukan akselerasi atau percepatan pelaksanaan kegiatan fisik tahun 2018. Hal itu ditegaskan karena realisasi fisik hingga akhir Juni atau triwulan II dinilai masih rendah, yakni sekitar 36,18 persen. Sementara target yang ditentukan sebesar 47,52 persen.

Secara keseluruhan, progress fisik pada 49 OPD memang sudah mencapai 36,18 persen. Namun, jika datanya dipilah lebih rinci, masih ada beberapa SKPD yang progres fisiknya kurang dari 10 persen.

Realisasi kegiatan fisik triwulan II tahun 2018 dinilai lebih buruk dari tahun anggaran sebelumnya. Pada tahun 2017 lalu, realisasi kegiatan fisik sebesar 38 persen pada triwulan II. Sedangkan targetnya hanya 33 persen.

“Kondisi ini harus disikapi dengan serius. Soalnya, waktu yang tersisa hanya enam bulan saja. Semua kepala OPD harus lakukan akselerasi agar realisasi fisik ini bisa sesuai target pada akhir triwulan III mendatang,” tegas Sumarsono saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan (Rakor POP) triwulan II tahun 2018 di gedung Riptaloka setda Grobogan, Kamis (19/7/2018).

Besarnya anggaran dalam APBD 2018 untuk proyek fisik pada triwulan II nilainya berkisar Rp 1 triliun. Dana sebesar ini digunakan untuk membiayai 2.096 program kegiatan yang tersebar di 49 SKPD.

Ia meminta kepada semua kepala SKPD agar segera melaksanakan program yang sudah direncanakan sehingga serapan anggaran bisa sesuai target. Kemudian, semua kendala yang menjadi penyebab lambatnya penyerapan anggaran agar selalu diidentifikasi dan dicarikan solusinya.

“Kebiasaan menunda pekerjaan hingga menumpuk pada akhir tahun jangan sampai terjadi lagi. Program kerja yang sudah direncanakan agar segera dilaksanakan tepat waktu,” cetusnya.

Sumarsono menegaskan, para kepala OPD dan seluruh stafnya harus benar-benar serius dan komitmen untuk meningkatkan kinerja. “Apabila tidak mampu menyelesaikan target kinerja yang sudah ditetapkan maka harus siap menerima konsekuensi,” tegas Sumarsono.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.