Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terduga Teroris Ditangkap di Sragen, Kapolda : Itu Pengembangan dari Yogyakarta

0 411

MuriaNewsCom, Solo – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seseorang yang diduga sebagai jaringan teroris di Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, kemarin. Terduga teroris yang ditangjap diketahui bernama M Sihib.

Berdasarkan data desa, terduga teroris tersebut bukan asli desa tersebut. Terduga teroris itu merupakan pendatang dari Magetan, Jawa Timur, dan baru empat bulan tinggal mengontrak di Bumiaji.

Selain itu, dalam identitas M Shib juga diketahui jika ia merupakan warga Kelurahan Lokajana Nullu, Kalimantan Timur. Saat ini terduga teroris tengah diamankan Densus 88 untuk dilakukan penyelidikan.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Kamis (19/7/2018) menyebut jika penangkapan terduga teroris ini merupakan pengembangan penangkapan teroris di Yogyakarta.

“Terduga teroris yang ditangkap di Sragen hasil pengembangan kasus di Yogyakarta. Lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Densus 88,” kata Kapolda di sela acara penyambutan kedatangan api abadi obor torch relay Asian Games 2018 di Solo.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang didukung Polres Sragen melakukan penggeledahan di rumah kontrakan terduga teroris MS, di RT 10 RW 10 Desa Bumiaji Kecamatan Gondang Kabupaten Sragen, Rabu (18/7) sekitar pukul 17.15 WIB.

Menurut warga, polisi saat melakukan penggeledahan tersebut menemukan sejumlah barang-barang yang dimasukkan ke dalam dus, langsung dimasukkan ke mobil kemudian meninggalkan lokasi.

Warga juga menyebut, penggerebekan berlangsung sangat cepat. Tersangka disergap setelah keluar dari masjid mengendarai sepeda motor.

“Tadi tahunya sudah sampai di perempatan timur masjid. Tahu-tahu sudah ditangkap dan dinaikkan mobil, ” papar Hari (37) warga dekat masjid, Rabu (18/7/2018) malam.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, menyebut pihaknya membackup kegiatan Densus 88 mulai dari penangkapan hingga penggeledahan. ”Iya benar, tapi kami cuma membackup saja,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.