Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Miris! Sungai di Pinggiran Kota Pati Penuh Sampah

MuriaNewsCom, Pati – Kondisi sungi di Desa Blaru, Kecamatan Pati  Kota saat ini sangat memperihatinkan. Banyak tumpukan sampah rumah tangga di sungai tersebut sehingga menyumbat aliran sungai. Ironisnya, sungai tersebut terletak tepat di pinggir kota Pati.

Tentunya, ini sangat mengundang perhatian warga sekitar. Apalagi, Pati sudah mendapatkan piala Adipura yang salah satu indikatornya adalah kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan. Namun, melihat kondisi sungai Blaru tersebut, tentunya banyak menuai tanggapan.

Selain sungai menjadi kumuh, bau tak sedap yang dihasilkan sudah menyebar di masyarakat sekitar.  Padahal lokasi sungai tersebut berada cukup dekat dengan pusat kota. Bahkan di titik pintu air yang dipenuhi sampah tersebut berada tepat di jalur lingkar dalam Kabupaten Pati.

Hery Purwaka, salah satu warga mengaku mengeluhkan kondisi tersebut. dia juga menilai, Pati yang sudah mendapatkan Piala Adipura, tentunya masalah sampah di sungai itu juga harus diperhatikan. Apalagi, kondisi demikian itu, sudah bertahun-tahun terjadi.

“Kondisi seperti itu sudah bertahun-tahun terjadi tapi juga masih saja seperti itu. Pemerintah harus konsekuwen dengan apa yang sudah di dapatkan (Piala Adipura)., setidaknya kondisi sungai ini bisa bersih terlebih dahulu,” terangnya, Rabu (18/7/2018).

Dia  menambahkan, di daerah tersebut juga sudah ada tulisan laranga membuang sampah sembarangan. Namun papan peringatan itu tetap saja belum mampu mengatasi persoalan tersebut.

“Sepertinya itu sampah yang dari atas terbawa kesini dan terhalang di pintu air ini. Kebetulan ini kan irigasi Gembong,”terangnya.

Dia berharap ada langkah serius dalam penanganan sampah di alur sungai tersebut. Bahkan pengawasan pun diharapkan tidak hanya dilakukan dikawasan bawah namun juga di kawasan atas.

“Sehingga nantinya penanganan bisa maksimal. Sekalipun saat kawasan ini dibersihkan tapi kalau diatas masih membuang sampah tentu persoalannya tidak bisa terpecahkan. Dibutuhkan penanganan bersama,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.