Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kecelakaan Makin Sering, Jalan  Penawangan-Truko Harus Diperlebar

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga meminta agar kondisi jalan raya Penawangan-Truko Grobogan, diperlebar. Permintaan itu diserukan seiring makin seringnya terjadi kecelakaan di lokasi tersebut dalam beberapa bulan terakhir yang sudah mengakibatkan banyak korban jiwa.

Peristiwa kecelakaan paling parah di jalur itu sempat terjadi pada Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB. Kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu menyebabkan 5 orang tewas.

Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang dan 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan.

Korban kecelakaan adalah rombongan warga Desa Sambung, Kecamatan Godong yang akan membesuk tetangganya di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

“Kondisi jalan raya memang sudah bagus karena dicor beton. Tapi, ruas jalan ini kurang lebar. Hal inilah yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan. Kalau papasan dengan kendaraan besar, salah satunya harus menepi karena jalannya sempit,” kata Ansori, warga Godong yang hampir tiap hari melintasi ruas jalan tersebut.

Sementara itu, Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra ketika dimintai komentarnya menyatakan, kecelakaan di ruas jalan Penawangan-Truko disebabkan beberapa faktor. Salah satunya memang kondisi ruas jalan yang dinilai kurang lebar karena ukurannya hanya berkisar 4 meter.

Baca : Karyawan KSP Asal Kudus Tewas Ditabrak Truk di Jalan Truko-Penawangan Grobogan

Kemudian, bahu jalan di sepanjang jalan masih berupa tanah yang kondisinya jadi lembek ketika kena guyuran hujan. Akibatnya, saat ada kendaraan mencoba menepi sering terperosok karena tanah bahu jalan ambles saat dilalui roda.

“Hasil evaluasi kami, kondisi jalannya memang kurang lebar dan bahu jalannya rentan ables karena masih berupa tanah. Hal ini sudah kita koordinasikan pada dinas terkait agar jadi perhatian. Minimal, bahu jalan bisa diperkeras dulu, sebelum pelebaran,” katanya.

Terkait kondisi itu, ia mengimbau pada pengguna jalan yang melintas di jalan ini agar selalu berhati hati. Pengendara diminta mengurangi kecepatan serta mengantisipasi jalur sempit pada saat menyalip dan selalu memperhatikan jarak aman.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.