Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sistem Zonasi Diterapkan, Puluhan SMP Negeri di Pati Justru Kekurangan Siswa

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan SMP negeri di Kabupaten Pati kekurangan siswa dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dilakukan dengan sistem zonasi. Padahal tujuan sistem tersebut diterapkan dengan tujuan pemerataan pendidikan, sehingga tidak terjadi penumpukan pendaftar di sekolah favorit.

Dari 49 SMP negeri di Kabupaten Pati, baru 11 SMP yang kuotanya sudah terpenuhi. Sementara 38 SMP lain masih kekurangan. Total kuota yang masih kosong di sekolah-sekolah tersebut mencapai ratusan kursi.

Sementara Kamis (5/7/2018) hari ini adalah hari terakhir PPDB yang dilakukan secara offline. Salah satu SMP yang masih kekurangan pendaftar yakni SMPN 4 Pati.

Sekolah ini mendapatkan kuota siswa baru sebanyak 256 orang, namun sampai saat ini baru mendapatkan 101 siswa. Ditambah lagi 10 pendaftar offline yang baru saja masuk, yakni 10 peserta.

Ketua PPDB SMPN 4 Pati Sunardi mengatakan, setelah adanya penerapan sistem zonasi itu, sekolah banyak kekurangan siswa. Bahkan, zona 1 yang merupakan prioritas, ternyata hanya mendapatkan 13 siswa.

“Zona 1 kami adalah Desa Puri dan Desa Plangitan. Tetapi, dari kedua desa tersebut, kami hanya mendapatkan 13 siswa. Sementara sisanya adalah dari zona 2 dan zona luar,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (5/7/2018).

Sebenranya, untuk pendaftaran secara online sudah ditutup mulai, Rabu (4/7/2018) kemarin. Hanya saja, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati memberikan surat edaran Nomor 442.1/7830 untuk menambah satu hari masa pendaftaran khusus bagi sekolah yang kuota siswanya belum terpenuhi, yakni pada hari ini.

Selain itu, masa berakhirnya waktu perpanjangan pendaftaran itu adalah pada pukul 13.00 WIB. Sementara untuk verifikasi akan ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Dia melanjutkan, meskipun sudah ada perpanjangan waktu pendaftaran, tetapi itupun khusus untuk yang zona luar.

“Dalam surat edaran itu kan, seharusnya perpanjangan masa pendaftaran ini bisa dilakukan secara online, tetapi setelah kami buka, ternyata tidak bisa dilakukan secara online, melainkan harus offline,” terangnya.

Padahal, sebelum adanya sistem zonasi tersebut, SMPN 4 Pati pada saat pendaftaraan bisa mendapatkan hingga 300an siswa baru. Tetapi setelah ada zonasi, siswa yang mendaftar bahkan tidak sampai 50 persen dari kuota siswa.

“Kami harap, kalau bisa zona 1 ini bisa diperlebar, sehingga bisa memenuhi kuota siswa. Kalau perlu, bisa juga ditambah kecamatan, sehingga lingkupnya lebih luas,” harapnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.