MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Berkat Tayub dan Ungker, Blora Dipilih Jadi Tuan Rumah Festival Budaya Indonesiana

0 402

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora mendapat kehormatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada tahun 2018 ini. Yakni, terpilih jadi salah satu tuan rumah Festival Budaya bertajuk Indonesiana.

Selain Blora, ada tujuh daerah lainnya di Indonesia yang dipilih jadi tuan rumah festival budaya itu. Yakni, Kabupaten Tulungagung, Ponorogo, Lebak, Ambon, Palu, Kota Surakarta, dan Kota Malang.

Terkait pemilihan tuan rumah tersebut, Bupati Blora Djoko Nugroho sudah melangsungkan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tentang Platform Kebudayaan Indonesiana di kantor Kemendikbud, Selasa (3/7/2018) kemarin.

Penandatanganan MoU ini sebagai dasar penguatan kerjasama pelaksanaan Festival Budaya Indonesiana yang akan dilaksanakan di masing-masing daerah.

Penandatanganan dilakukan Bupati Blora dan tujuh kepala daerah lainnya dengan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Acara juga dirangkai dengan penyerahan dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang ditujukan kepada Mendikbud untuk dijadikan sebagai strategi pemajuan kebudayaan nasional.

Festival budaya ini berpotensi menjadi ajang untuk menguatkan karakter bangsa. Melalui festival budaya juga dapat dijadikan wahana untuk menumbuhkembangkan identitas warga agar terciptanya kepercayaan diri bangsa dan sifat saling menghargai untuk menguatkan persatuan-kesatuan bangsa.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan yang telah memilih Kabupaten Blora sebagai tuan rumah festival budaya Indonesiana sekaligus sebagai daerah prioritas penyusunan PPKD Tahun 2018.,” kata Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (4/7/2018).

Dipilihnya Blora sebagai tuan rumah festival budaya tidak dilakukan begitu saja. Sebelumnya sudah ada tim dari kementerian yang turun langsung ke daerah untuk melakukan survei di sejumlah Kabupaten/Kota yang memang layak menjadi tuan rumah festival budaya ini.

Menurut Djoko, kebudayaan harus dijaga dan dilestarikan karena merupakan tata nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sejauh ini, Kabupaten Blora dinilai punya banyak potensi d ibidang kebudayaan.

Budaya yang dimiliki sangat dipengaruhi dengan kondisi geografis wilayah yang sebagian besar merupakan hutan jati.

“Hutan jati sangat memengaruhi kebudayaan masyarakat. Seperti seni barongan dengan sosok gembong amijoyo penjaga hutan Jati Wengker, tari tayub. Kemudian, teknologi tradisionalnya juga memanfaatkan kayu jati seperti sumur goak, saradan, penambangan rakyat, gerobak. Demikian juga dengan kulinernya yang disajikan dengan daun jati, sampai kuliner ungker,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinporabudpar Blora Kunto Aji mengatakan, Festival Budaya Indonesiana yang akan dilaksanakan berupa Festival Folklor Blora dengan tema “Cerita dari Blora”. Festival ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan September 2018, dengan mengeksplor kekayaan seni budaya dan tradisi yang ada di Blora.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.