Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Begini Kemeriahan Lomba Tangkap Itik Pakai Sampan di Sungai Juwana

MuriaNewsCom, Pati – Kemeriahan lomba tangkap itik dengan menggunakan sampan atau perahu kecil di Sungai Juwana, tepatnya di Desa Bendar, menjadi keunikan tersendiri.

Apalagi, para tim harus mengayun sampannya dengan maksimal untuk memburu itik yang yang berenang di sungai. ditambah lagi dengan hadiah yang ditawarkan, yakni satu itik ditambah dengan uang. Sementara jumlah itik yang diprebutkan hanya sebanyak 20 ekor.

Ketua panitia pelaksana lomba tangkap itik Kariyono mengatakan, yang mengikuti lomba tersebut tidak hanya dari warga Bendar saja, tetapi ada juga yang dari luar desa, yakni dari Desa Bumirejo dan Kedung Pancing.

“Lomba ini sebenarnya terbuka untuk umum, dengan hadiah sejumlah uang Rp 2 juta dan 20 ekor itik. Tetapi yang mengikuti hanya dari tiga desa tersebut,” ungkapnya.

Sistem perlombaannya adalah dengan menggunakan tim, yakni satu sampan di isi oleh delapan orang. Mereka harus mengayuh sampan tersebut sepanjnag 100 meter menuju itik yang sudah disediakan panitia.

Salah satu tim dayung terjun bebas dari sampan untuk menangkap itik. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Ketika jarak mereka sudah mendekati, maka itik tersebut akan diterbangkan oleh panitia hingga itik tersebut berenang ke sungai.

Tugas tim adalah mengambil itik yang berenang tersebut dengan menggunakan sampan. Boleh berenang ketika jarak antara sampan dengan itik sudah dekat.  Dan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang curang.

“Sekali mendayung, tiga ekor itik diterbangkan. Mengapa tiga ekor, karena yang mengikuti lomba ini ada tiga tim. Tetapi, bagi tim yang tidak bisa kompak, terkadang mereka tidak mendapatkan itik tersebut,” imbuhnya.

Dengan sorak para penonton, para tim bermain dengan gesit dan berusaha mengayun sampannya menuju itik. Tak jarang pula mereka menggunakan strategi dengan memotong jalan lawan, agar  sampannya berbelok dan tidak bisa mendapatkan itik tersebut.

Dari tiga tim, ada juga salah satu tim yang tidak mendapatkan itik sama sekali. Tetapi, panitia berharap agar mereka tidak putus asa dan tetap semangat,  mengingat lomba tersebut adalah sebagai bentuk rasa syukur dan menghibu warga yang berada di bantaran Sungai Juwana.

“Yang namanya perlombaan, ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi, intinya kami mengadakan lomba ini adalah untuk menjaga kebersamaan,  menjalin silaturahim dan menjaga persaudaraan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...