Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Lulusan SMA di Grobogan Antusias Kerja Jadi Buruh Pabrik

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan terlihat cukup ramai orang dalam beberapa hari terakhir. Setiap hari ada ratusan orang yang datang ke kantor di Jl DR Sutomo Purwodadi tersebut. Sebagian besar mereka ini bertujuan mencari kartu pencari kerja atau yang lebih dikenal dengan istilah kartu kuning.

Membludaknya permintaan kartu kuning juga disebabkan adanya beberapa pabrik di Grobogan atau di luar kota yang  membutuhkan tambahan karyawan baru dalam jumlah besar. Informasi inilah yang menyebabkan banyak orang mengurus persyaratan yang dibutukan untuk melamar pekerjaan.

Dari pantauan di lokasi, kebanyakan mereka yang mencari kartu kuning adalah lulusan SMA tahun 2018 ini. Lantaran tidak melanjutkan kuliah, mereka ini memilih untuk bekerja, baik di dalam Grobogan atau luar daerah.

“Saya dapat info dari teman kalau saat ini ada banyak lowongan kerja di pabrik dengan syarat pendidikan SMA. Oleh sebab itu, saya mau mencoba melamar kerja karena tidak ada biaya untuk kuliah. Mohon doanya biar diterima kerja,” kata Ratih, salah seorang pencari kartu kuning di kantor Disnakertrans Grobogan, Jumat (29/6/2018).

Meski hanya jadi buruh pabrik, namun Ratih mengaku tidak masalah. Sebab, kabar dari temannya yang sudah bekerja disitu, gaji buruh pabrik juga lumayan tinggi menurut penilaiannya.

“Bagi saya, kerja jadi buruh pabrik gak masalah. Yang penting bayarannya cukup dan dapat pengalaman. Lagipula dengan ijazah SMA, pilihan cari kerja tidak banyak, mas,” kata Siti Halimah, pencari kerja lainnya yang berencana melamar kerja di pabrik tas di Kecamatan Wirosari.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto saat dimintai komentarnya menyatakan, pada awal Juli nanti memang cukup banyak perusahaan yang membutuhkan tambahan karyawan. Kondisi inilah yang menyebabkan permohonan kartu kuning meningkat , khususnya pada pekan ini.

“Dalam minggu ini, tiap hari ada 500 orang yang cari kartu kuning. Kalau hari biasa, paling sekitar 50 orang saja. Naiknya pemohon kartu kuning mulai terlihat menjelang lebaran,” katanya.

Dikatakan, pada kondisi setelah lulusan sekolah, khususnya SMA, biasanya banyak juga calon pekerja baru yang diajak bekerja kerabat atau temannya. Oleh sebab itu, mereka ini diminta mengurus kartu kuning dulu sebagai salah satu persyaratan melamar pekerjaan.
Kebanyakan, mereka ini akan diajak bekerja di luar kota atau bahkan luar Jawa sehingga diminta melengkapi semua dokumen yang diperlukan agar tidak bolak-balik.

“Kebetulan, pada tahun ini, momen lebaran dan lulusan sekolah itu berdekatan. Sehingga ada kenaikan signifikan dari pemohon kartu kuning. Selain itu, ada banyak perusahaan yang butuh tambahan karyawan juga jadi penyebab lainnya,” jelasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...