Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dianggap Bawa Berkah, 2018 Gunungan Kupat dan Lepet di Pantai Kartini Jadi Rebutan Warga

MuriaNewsCom, Jepara – Usai melakukan pelarungan kepala kerbau di tengah laut, acara selanjutnya saat Pesta Lomban Syawalan di Jepara ini adalah menunggu berkah dari gunungan kupat dan lepet.

Sesuai tahunnya, kali ini sebanyak 2018 biji kupat dan lepet diarak dari Pelabuhan Kartini menuju tempat wisata Pantai Kartini diikuti kesenian-kesenian daerah dan diikuti Bupati Jepara, Ahmad Marzuki dan Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi beserta rombongan Forkompimda Kabupaten Jepara di Pantai Kartini, Sabtu (23/6).

Tak hanya kepala kerbau dan sesajinya saja yang menjadi rebutan para nelayan, di Pantai Kartini, gunungan kupat dan lepet ini juga sudah ditunggu ribuan warga yang ingin berebut makanan khas syawalan tersebut.

Kupat dan lepet ini bukan saja menjadi sebuah makanan, namun bagi masyarakat Jepara, kupat dan lepet ini memiliki kepercayaan dan mitos sendiri. Keduanya dianggap akan membawa berkah dan keselamatan di tahun yang akan datang. Karenanya gunungan ini begitu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jepara.

Rubiah (30) warga Krapyak mengaku setiap tahun dirinya bersama orang-orang sekampungnya sengaja berangkat dari rumah saat pesta lomban ini. bukan hanya untuk wisata ke laut saja, namun dia lebih menunggu untuk berebut kupat dan lepet tersebut.

“Sudah jadi tradisinya seperti ini, jadi kalau tidak bisa mendapatkan kupat dan lepet rasanya ada yang kurang. Dan kami percaya karena kupat dan lepet ini sudah mendapatkan doa-doa dari banyak orang makan akan membawa berkah dan rezeki yang barokah,” jelasnya.

Menurutnya, kupat dan lepet yang telah didapatkannya tersebut tidak hanya untuk dimakan, namun untuk diletakkan di depan rumahnya, sepeda motor bahkan di mobilnya. “Kalau kepercayaan orang Jepara ini, kupat lepet ini untuk diletakan di depan pintu rumah, depan mobil, atau sepeda motor. Harapannya untuk menolak balak dan akan mendapatkan berkah dan keselamatan di tahun mendatang,” ungkapnya.

Farida (38) warga Demak juga mengatakan hal yang sama. Dirinya bersama keluarganya jauh-jauh datang ke Pantai Kartini juga untuk ikut berebut kupat dan lepet tersebut.

“Sebenarnya setiap tahun tiap syawalan kami sekeluarga memang datang kesini. Selain untuk menghabiskan waktu libur lebaran, juga untuk ikut mendapatkan kupat dan lepet itu,” katanya sembari malu.

Dia berharap acara tersebut terus dilaksanakan karena sudah menjadi tradisi di wilayah Jepara dan sekitarnya. “Semoga tahun mendatang acaranya semakin menarik dan gunungan kupat lepetnya tidak hanya satu saja, namun beberapa jadi saat berebut tidak takut terluka,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Kab Jepara, Basuki Wijayanto menjelaskan bahwa tahun ini Pesta Lomban berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini menurutnya, lebih inovatif dengan banyaknya kesenian-kesenian daerah yang ditampilkan.

“Tahun ini lebih inovatif, kami banyak mengajak anak-anak sekolah dan juga seniman-seniman daerah untuk tampil dalam rangkaian pesta Lomban ini. banyak tarian-tarian dan drama yang ditampilkan. Setelah melihat ini, Bapak Bupati dan juga Bapak Wakil Bupati sangat antusias dan mendukung untuk tahun-tahun mendatang lebih inovatif dan selalu ada sesuatu yang baru yang ditampilkan sehingga akan lebih banyak lagi menarik wisatawan,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...