Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lebaran Kupat,  Begini Cara Warga Kudus Adakan Tradisi Sewu Kupat

0 438

MuriaNewsCom, Kudus – Tradisi perayaan kupat di Kudus berlangsung meriah di Desa Colo Kecamatan Dawe,  Kudus Jumat (22/6/2018). Tradisi lebaran kupat tersebut diidentikan dengan parade sewu kupat kanjeng Sunan Muria tahun 1439 H/2018 M.

Ribuan masyarakat tumpah ruah menjadi satu di tradisi tersebut. Ada sebanyak 18 gunungan ketupat lepet dan hasil bum yang berasal dari perwakilan masing-masing Desa Sekecamatan Dawe Kabupaten Kudus.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB,  ditandai dengan dilaksanakan do’a bersama di Masjid Makam Sunan Muria. Kemudian setelah itu,  gunungan Sewu Kupat diusung/kirap turun menuju ke Taman Ria Colo.

Di taman Ria Colo yang dilaksanakan Prosesi Parade Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria tahun 1439 H/2018 M. Setelah seluruh gunungan kupat lepet masuk lokasi Taman Ria Colo kemudian kupat lepet dipersilahkan untuk dinikmati oleh para tamu undangan dan pengunjung yang hadir.

Turut hadir dalam tradisi tersebut orang nomor satu di Kota Kretek, Musthofa. Dalam sambutannya Musthofa mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur.

“Kami semua patut untuk bersyukur dan memetik ke tauladan dari Kanjeng Sunan Muria Raden Umar Said. Beliau sudah tiada namun masih meninggalkan kesejahteraan dan kemakmuran khususnya kepada masyarakat di Desa Colo serta masyarakat Kudus umumnya, ” jelas dia saat sambutan.

Ia menitipkan pesan kepada masyarakat Kudus. Terutama generasi muda untuk tidak meninggalkan tradisi yang sudah turun temurun itu.

” Ini merupakan tahun yang ke sebelas dan saya menitipkan tradisi ini jangan sampai punah apabila saya sudah tidak menjabat Bupati Kudus, ” tandasnya.

Sementara itu, Yuli Kasiyanto Kepala Dinas Pariwisita Kudus mengatakan tradisi sewu kupat merupakan acara rutin tiap tahunnya. Tradisi itu diikuti beberapa Desa di wilayah kecamatan Dawe. Selain itu juga merupakan wujud rasa syukur dengan hasil bumi yang melimpah.

“Mudah mudahan acara ini dapat diselenggarakan dan dapat diteruskan tiap tahun sebagai uri -uri kabudayan, ” tutupnya.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.