Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Keren, Ratusan Balon Udara di Pekalongan Ini Diterbangkan Tanpa Bahayakan Penerbangan

MuriaNewsCom, Pekalongan – Beberapa hari terakhir gencar dilakukan razia penerbangan balon udara di berbagai daerah. Balon-balon udara itu diterbangkan biasanya sebagai bagian tradisi pascalebaran.

Namun sayangnya, balon udara liar itu diterbangkan dengan menyalahi aturan, sehingga membahayakan penerbangan.

Namun ratusan balon udara yang diterbangkan dalam Java Balloon Festival Pekalongan 2018 yang digelar mulai Kamis (21/6/2018) hingga Jumat (22/6/2018) besok di Lapangan Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, dipastikan tak akan mengganggu penerbangan.

Pasalnya penerbangan balon-balon udara itu dilakukan sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan. Karena balon-balon udara itu diterbangkan denganc ara ditambatkan, bukan dilepas secara liar tanpa awak.

Dalam Peraturan Menteri Perhubugan No 40 tahun 2018, dijelaskan balon yang standar adalah dengan ukuran lebar 4 meter, tinggi 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 15 meter.

Kegiatan yang digelar AirNav Indonesia bekerja sama dengan Polres Pekalongan Kota, Pemkot Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, dan Kementerian Perhubungan RI berlangsung meriah. Ribuan masyarakat bersuka cita, bisa melaksanakan tradisi menerbangkan balon, dengan cara yang aman, tanpa membahayakan penerbangan.

“Mulai hari ini sampai besok, kita gelar festival balon udara (tambat). Kegiatan ini untuk mengurangi tradisi lepas balon yang membahayakan penerbangan,” kata Yohanes Sirait, Manager Humas Airnav Indonesia.

Pihaknya berharap dengan festival ini dapat mengubah kebiasaan masyarakat dari tradisi lepas balon secara liar menjadi balon tambat (tali). Terlebih pihak yang kedapatan menerbangkan balon udara secara liar, bisa dikenai sanksi pidana.

Dalam festival ini Polres Pekalongan Kota menerjunkan puluhan personelnya untuk melakukan pengamanan. Ada 31 tim dari berbagai kelompok masyarakat yang terlibat dalam festival.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu menyebut, festival ini untuk memberikan solusi terhadap tradisi menerbangkan balon udara tradisional agar tidak mengganggu lalu lintas penerbangan

“Ini upaya kami memberikan solusi. Bahwa balon tanpa kendali membahayakan lalu lintas udara. Karena ini sudah menjadi tradisi, maka solusinya balon ditambatkan agar terkendali,” ujarnya.

Melalui pendekatan festival balon dengan cara balon ditambatkan, diharapkan mampu menekan jumlah balon liar. Selain melalui festival balon, berbagai sosialisasi terus digencarkan dengan melibatkan stakeholder terkait hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Pihaknya juga rutin melakukan patroli gabungan guna menekan angka jumlah balon liar di wilayah Kota Pekalongan. Dari hasil razia, Polres Pekalongan Kota telah mengamankan puluhan balon liar yang siap diterbangkan.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...