Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lebaran Ketupat, Harga Daging di Pati Naik

0 405

MuriaNewsCom, Pati – Memasuki lebaran ketupat, harga daging di sejumplah pasar tradisional di Pati mulai merangkak naik. Hanya, kenaikannya tidak signifikan, yakni berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogramnya.

Warsi (66) salah seorang pedagang daging di Pasar Rogowongso Pati mengatakan, kenaikan harga daging itu terjadi sejak H-3 lebaran Idul Fitri kemarin. Bahkan, kenaikan masih terjadi hingga saat ini.

”Naiknya hanya sedikit. Sebelum naiki itu harga daging mencepaia Rp 110 ribu per kilogramnya. Sekarang menjadi Rp 114 ribu,” ungkapnya, Kamis (21/6/2018).

Menurutnya, kenaikan harga daging pada lebaran ketupat saat ini lebih rendah dibandingkan pada tahun lalu. Sebab, tahun lalu harga daging bisa mencapai Rp 130 ribu per kilogramnya. Selain itu, jumlah pembeli juga lebih banyak tahun lalu.

Lebih lanjut, kenaikan harga ini dinilainya tidak berpengaruh pada aspek daya beli masyarakat. mengingat, lebaran ketupat memang identik dengan adanya daging. Hanya, untuk tahun ini, nampaknya masyarakat lebih memilih daging daging ayam apabila dibandingkan dengan daging sapi atau kerbau.

”Dari kemarin itu yang ramai di penjual daging ayam. Kalau daging sapi, tetap saja sepi, bahkan terkadang dalam satu hari hanya laku beberapa kilo gram saja,” keluh warsi.

Dia melanjutkan, untuk harga kulit sapi per satu kilonya dibanrol dengan harga Rp 45 ribu per kilogram, sedangkan untuk jeroan sebesar Rp 65 ribu per kilogram.

”Yang laku banyak memang daging. Kalau jeroan ataupun kulit sapi, permintaanya hanya sedikit,” terangnya.

Dia memprediksi, harga daging akan kembali stabil setelah lebaran ketupat berakhir. Bahkan, perurunan dimungkinkan akan terjadi pada saat lebaran kurban. Meski demikian, warsi berharap agar harga daging sapi tetap stabil.

”Bagi kami, naik turunnya harga daging itu sudah paisa. Kalaupun naik, paling-paling tidak seberapa. Kalaupun turun, juga tidak seberapa. Tapi kalau harganya stabil, biasanya banyak masyarakat yang membeli,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.