Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Debat Bupati dan Wakil Bupati Kudus: Hartini-Bowo Janji Tak Akan Ada Pengemis di Pinggir Jalan

0 403

MuriaNewsCom, Kudus – Debat terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus dengan tema keadilan sosial berlangsung meriah. Debat dibuka dengan penyampaian visi-misi masing-masing paslon. Setelah itu, segmen pertama para paslon diberikan kesempatan oleh moderator Inna Izwa untuk mengambil pertanyaan yang telah dirumuskan oleh tim perumus.

Moderator memberikan kesempatan pertama ke paslon Hartini-Bowo untuk mengambil undian pertanyaan. Pada kesempatan itu Hartini-Bowo mendapatkan pertanyaan terkait tentang pengangguran, gelandang, dan pengemis.

Pasangan calon yang diusung partai Gerindra, PKS, dan Partai Bulan Bintang itu, berjanji jika menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kudus akan memperhatikan para pengangguran, pengemis, dan juga gelandangan. Ia berjanji nantinya tidak ada lagi pengemis yang berada di pinggir jalan.

“Kuncinya mereka perlu dilindungi, kami akan berikan kemudahan mendapatkan perhatian selayaknya.  Mereka perlu untuk diperdayakan lebih baik. Bahkan saat ini sudah ada sekitar 75 persen mereka sudah mau berusaha. Harapan kami tinggal memberikan perhatian khusus, karena hal itu juga bagian dari program kami yakni mengentas kemsikinan,” papar pasangan Hartini-Bowo

Kesempatan kedua, moderator memberikan kepada paslon nomor urut dua, Hartoyo-Junaidi. Mereka berkesempatan mengambil undian pertanyaan. Paslon independen itu mendapatkan pertanyaan terkait pelayanan BPJS yang belum maksimal.

Menurut pasangan Hartoyo-Junaidi jika nanti terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kudus. Paslon itu akan melakukan beberapa tindakan. Pertama mereka bersinergi antar lembaga. Karena dikatakan dia, 70 persen mereka akan berada di lapangan, dan sisanya 30 persen berada di kantor.

“Tentunya kami akan menggunakan 70 persen di lapangan. Kami akan mengecek permasalahan itu. Kami akan bersinergi antarlemabaga. Saya yakin akan bisa melayani. Peningkatan layanan ditambah lagi dengan dukung aparatur sesuai kualitas kompetensi. Nantinya akan mempermudah pelayanan BPJS,” tutur paslon nomor urut dua Hartoyo-Junaidi.

Selanjutnya, kesempatan ketiga oleh paslon nomor urut empat Akhwan-Hadi. Paslon independen itu mendapatkan pertanyaan terkait peningkatan pelayanan publik. Menurut paslon nomor empat itu, mereka berjanji akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Kami akan memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Karena prinsip kami kepentingan masyarakat itu melebihi kepentingan pribadi. Hal itu, diawali dengan peningkatan aparatur sipil negara (ASN). Tidak ada yang namanya jual beli jabatan. Penempatan aparatur seusai dengan kompetisi yang dimiliki,” jelas paslon nomor empat.

Kemudian, moderator memberikan kesempatan kepada paslon nomor lima Tamzil-Hartopo. Pasangan yang diusung partai Hanura, PKB, dan PPP mendapatkan pertanyaan terkait pertanian. Dikatakan mereka, pemberdayaan petani perlu akan ditingkatkan. Hal itu seperti peningkatan pupuk dan bibit yang unggulan.

“Selain itu nantinya supaya pemerbedayaan petani akan lebih cerah, sudah dibangunnya embung logung. Dulu kami yang mengusulkan ke pemerintah pusat. Tahun ini akan di isi dengan perarian. Kami optimis Kudus menjadi lumbung padi,” tutur paslon nomor urut lima Tamzil-Hartopo.

Kesempatan terakhir, moderator mempersilahkan paslon nomor urut satu Masan-Noor Yasin. Pasangan yang diusung Partai PDIP, PAN, Demokrat, dan Golkar mendapatkan pertanyaan terkait penyandang disabilitas di Kudus.

Menurut Masan-Noor Yasin, permasalahan penyandang disabilitas yang belum mendapatkan haknya. Dikatakan dia, sudah ada pembangunan-pembangunan fasilitas penunjang penyandang disabilitas. Hal itu seperti pembangunan jalan khusus penyandang disabilitas.

“Terkait penyandang disabilitas di Kudus. Kemarin bulan suci kami mengadakan buka bersama dengan difabel. Selain itu, apa yang sudah kami lakukan saat ini proses pembangunan. Seperti pembangunan jalan khusus penyandang disabilitas. Namun kalau penyandang disabilitas menjadi ASN ataupun PNS itu bukan urusan kami. Tentang ASN itu kewenangan pusat. Namun kalau itu kewenangan pemkab,  kami juga siap,” ungkap paslon nomor satu.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.