Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Masjid Tua di Desa Prawoto Ini, Dipercaya Tempat Musyawarah Para Wali

MuriaNewsCom, Pati –  Masjid tua yang berada di tengah-tengah areal persawahan di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, hingga saat ini dipercaya masyarakat sekitar merupakan masjid peninggalan para wali. Bahkan, dulunya masjid tersebut merupakan tempat musyawarah para wali. Sehingga, tidak heran apabila warga setempat menamainya dengan sebutan `Masjid Wali`.

Muh Irsyad ketua pengurus Masjid Wali mengatakan, dulu sebelum Masjid Demak dibangun, para wali menjadikan tempat itu untuk bermusyawarah. Hanya, dulu bentuknya belum berupa masjid, melainkan langgar atau  musala.

”Kalau pada saat musyawarah untuk pembangunan masjid Demak saja ada di sini, berarti bisa dikatakan bahwa masjid ini lebih dahulu ada. Warga sekitar juga meyakini demikian” ungkapnya, Sabtu (26/5/2018)

Salah satu pengurus Masjid Wali di Desa Prawoto menunjukkan sejumlah ornamen yang terlihat kuno. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Bangunan masjidnya cukup unik. Nuansa masa lampau masih begitu terasa dari bentuk atapnya yang berundak, jendela berukuran besar dari kayu dengan model kuno, dan ciri khas lainnya masjid itu begitu rendah. Bahkan bagian pengimannya hanya setinggi 160 sentimeter saja atau tepat seukuran rata-rata tinggi lelaki dewasa. Pintunya juga cukup rendah.

Lantaran keunikannya itu, Masjid Wali pun diakui seringkali dijadikan jujukan para peziarah. Bahkan sejumlah ulama besar dikatakannya juga kerap datang berziarah ke sana. Karena selain masjid wali di sekitar tempat tersebut juga terdapat makam Syekh Kholifah dan Syekh Abdurrohman yang dikenal sebagai tokoh penyebar agama. Masjid wali juga berlokasi tidak jauh dari makam Sunan Prawoto.

“Dulu ada dosen yang sempat mengangkatnya sebagai bahan acuan,”ujarnya.

Hingga saat ini masih banyak warga yang menggunakan masjid itu untuk beribadah. Meskipun jarak dari rumahnya cukup jauh namun karena memiliki nilai history mereka tetap senang beribadah di sana.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...