Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Polisi di Pati Dibekali Cara Menangkal Faham Radikalisme

0 333

MuriaNewsCom, Pati – Sebagai upaya untuk menangkal adanya paham radikalisme di Kabupaten Pati,  jajaran polres Pati diberikan pembinaan. Ini dilakukan lantaran faham radikalisme selama ini banyak meresahkan warga dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolres Pati, AKBP Uri Nartanti Istiwidiyati dalam sambutanya mengatakan, dilaksanakannya pembekalan dimaksudkan supaya anggota dapat menyerap ilmu kemudian diterapkan dalam tugas sehari-hari.

“Kami harap para peserta pembekalan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dan dapat langsung mengaplikasikannya di lapangan, sehingga penyebaran faham radikalisme dan aksi terorisme tidak berkembang dan terjadi di wilayah Kabupaten Pati,’’ungkapnya, Rabu (23/5/2018).

Pada kesempatan yang sama, Ipda Harsono selaku KBO Satintelkam Polres Pati mewakili Kasatintelkam menekankan juga mengatakan hal yang sama. Hanya, dia meminta kepada jajaran kepolisian untuk turut aktif menangkal gerakan radikal yang mengancam negara.

“Sejauh ini kita semua telah berupaya untuk meminimalisir penyebaran faham radikal yang merupakan embrio dari munculnya aksi terorisme, namun hasilnya belum maksimal karena mungkin kita semua masih berada ditataran konsep, sementara mereka Kelompok Radikal sudah bermain pada tataran aplikatif,” tegasnya.

Lebih dari itu, memiliki sikap fanatik terhadap agama yang dianut itu merupakan suatu prinsip. Namun agama tidak boleh dijadikan sebagai alat untuk melakukan tindakan radikalisme atau teroris. Karena agama manapun tidak mengajarkan tindakan tindakan radikal yang merugikan umat manusia.

“Memiliki sikap fanatik terhadap agama dan keyakinannya dibolehkan, namun seyogyanya tidak diikuti dengan sikap intoleran atau menyalahkan pihak lain. Di sinilah awal munculnya permasalahan terlebih kemudian bersikap eksklusif dengan membentuk komunitas sendiri karena menganggap hanya dirinya yang paling benar dan paling mengerti ajaran Tuhan, sedang yang lain salah,” tandasnya.  

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.