Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

9 Advokat Pengawal Pemilu Dampingi Awigra Gugat KPU Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Jaringan Advokaso Hukum dan Pemilu Jawa Tengah akan menerjunkan tim advokat untuk mendampingi Awigra, bakal calon DPD RI yang pendaftarannya ditolak KPU Jateng. Awigra menggugat KPU Jateng ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dituding melakukan kelalalain adminstrasu dalam proses pendaftaran calon DPD.

Laporan tersebut telah dinyatakan diterima oleh Bawaslu Jateng dan saat ini tengah proses pemeriksan. Pemeriksaan pendahuluan untuk menentukan laporan memenuhi syarat formil dan material telah dilakukan pada 18 Mei 2018.

“Memutuskan, laporan dugaan maladministrasi nomor 001/ADM.BERKAS/BWSL.PROV.JATENG/V/2018 diterima dan diteruskan tahap pemeriksaan,” kata Fajar Saka, Ketua Sidang Bawaslu Jateng.

Pada Senin (21/5/2018) besok diagendakan sidang dengan agenda mendengar pokok laporan dan setelahnya akan mendengarkan tanggapan dari KPU. Sidang di Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ini akan digelar secara marathon minggu depan.

Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jawa Tengah, Teguh Purnomo menyatakan pihaknya siap mendampingi Awigra dalam proses gugatan tersebut. Ia menyebut, sembilan advokat telah disiapkan untuk melakukan pendampingan.

“Sembilan orang advokat kami akan bergabung dengan tim advokat yang sebelumnya sudah ada untuk membela Awigra,” kata Teguh, Minggu (20/5/2018).

Gugatan yang dilayangkan ke Bawaslu ini bermula dari keputusan KPU Jateng yang mencoret Awigra sebagai pendaftar calon DPD RI. Padahal menurut tim kuasa hukum, Awigra telah menyerahkan dukungan sesuai dengan ketentuan UU No. 7/2017 pada 26 April 2018 pukul 23.00 Wib yang telah terunggah di dalam SIPP sebanyak 5.001 dukungan.

“Sayangnya, dokumen dokumen fisik (hardcopy) pada saat itu tidak diterima karena alasan kerapihan pada Jumat 27 April 2018 pukul 1.00 WIB,” ujarnya.

Bahkan menurut Teguh, pada 28 April 2018, saat pengecekan dokumen, terjadi insiden intimidasi terhadap Awigra dan relawannya yang diduga telah melanggar etika oleh Komisioner KPU Divisi Hukum Hakim Junaedi.

Awigra sendiri maju sebagai kandidat independen yang didorong oleh gerakan Kaukus Hijau Indonesia  untuk memajukan dan memenangkan agenda politik hijau di Jawa Tengah. Politik hijau adalah ikhtiar untuk memajukan agenda anti korupsi, penegakkan hukum dan penghormatan hak asasi manusia serta penyelamatan lingkungan.

Sebelumnya KPU Jateng mengumumkan tiga nama yang gugur dalam proses pendaftaran DPD RI. Mereka adalah Syaifur Rohman, Bin Subiyanto dan Awigra.

“Kalau secara administrasi, pendaftar dengan nama Awigra boleh dibilang gugur karena berkas dokumen pendaftaran ditarik kembali oleh yang bersangkutan. Sehingga kami tidak bisa melakukan verifikasi berkas dokumen, sedangkan dua pendaftar lainnya yakni Syaifur Rohman dan Bin Subiyanto telah ditolak sebelumnya,” kata Ketua KPU Jawa Tengah Joko Purnomo.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...